GUNUNGKIDUL – Lima belas desa budaya di Gunungkidul ikut serta dalam Festival Desa Budaya di Gubug Gedhe Ngalang Gedangsari Gunungkidul Minggu, (28/10). Penampilan dari desa budaya dinilai sebagai perkembangan desa budaya maupun rintisan desa budaya di Bumi Handayani.

Festival Desa Budaya berlangsung meriah diisi pertunjukan seni adat tradisi dan pameran oleh 15 desa budaya yakni Beji di Ngawen, Bejiharjo Karangmojo, Kepek, Semin, Wiladeg, Kemadang, Tambakromo, Putat, Katongan, Giripurwo, Jerukwudel, Semanu, Girisekar, Giring di Paliyan dan Ngalang di Gedangsari.

Desa Beji Ngawen menampilkan upacara adat Wonokerti yakni, upacara adat tradisi untuk menjaga keharmonisan manusia dengan sang pencipta, sesama manusia dan lingkungan alam semesta, serta  menjaga kelestarian hutan sebagai salah satu penjaga sumber mata air

Kemudian, Desa Wiladeg menampilkan upacara adat bersih Umbul Banteng, yaitu upacara adat yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Upacara ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan YME atas berkah air yang melimpah.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan perkembangan desa budaya maupun rintisan desa budaya di Gunungkidul sangat pesat.

“Ada beberapa desa yang sudah siap jika dijadikan sebagai desa budaya, dan yang terpenting adalah aktivitas kebudayaan yang ada di desa budaya adalah aktivitas harian yang disengkuyung oleh warga,” jelas Immawan Wahyudi.

Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Singgih Raharja mengapresiasi semangat warga dalam menyambut festival desa budaya yang dilaksanakan selama empat hari.

“Masyarakat dapat berkreasi dalam menciptakan aneka pangan kuliner yang merupakan bagian kebudayaan kita. Selain itu ketrampilan kerajinan tumbuh dan berkembang, ini menunjukkan bahwa di Gunungkidul masyarakatnya kreatif, dinamis dan tentu menjadi modal utama kedepan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” bebernya. (*/a1/pra/zl/mo2)