SLEMAN – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) melalui INSTIPER memberikan beasiswa atau pendidikan gratis kepada 200 orang anak petani dan anak buruh tani kelapa sawit. Itu sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak petani dan buruh tani kelapa sawit di Indonesia, sekaligus upaya untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di kebun kelapa sawit.

“Sejak 2016 kami dipercaya untuk menjalankan program Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit setara Diploma 1 kepada anak petani dan anak buruh tani kelapa sawit. Program ini gratis untuk mereka,” ujar Rektor INSTIPER Purwadi dalam Wisuda Dan Pembukaan Kuliah Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit Setara Diploma 1 di Grha INSTIPER.

Purwadi menjelaskan, para penerima beasiswa ini mendapatkan fasilitas lengkap seperti bebas biaya pendidikan, tempat tinggal, biaya hidup, bahkan biaya transportasi pulang-pergi dari rumah mahasiswa ke INSTIPER Jogjakarta.

Menurut Purwadi, program ini sesuai dengan harapan Presiden Jokowi yang disampaikan dalam acara pembukaan IPOC di Bali pada 29 Oktober lalu.

“Supaya INSTIPER ikut berperan dalam mewujudkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berbasis teknologi maju untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkapnya.

Disebutkan Purwadi, saat ini INSTIPER telah melakukan loncatan ke depan dalam menghadapi revolusi industri generasi 4.0 melalui transformasi New INSTIPER with Advance Technology (NIwAT). INSTIPER juga telah memanfaatkan teknologi maju untuk manajemen kepala sawit. Selain itu INSTIPER juga memiliki AIRICA yaitu pusat riset dan inovasi kecerdasan buatan di bidang agroindustri dan juga desain alat mesin perkebunan kelapa sawit seperti crane graber dan alat transportasi roda 3 serta alat deteksi kematangan buah dengan AI.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit setara Diploma 1 Sri Gunawan dalam kesempatan tersebut menyampaikan, anak-anak petani dan buruh tani kelapa sawit memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan praktis di bidang perkebunan kelapa sawit.

“Setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan ini diharapkan mahasiswa dapat bekerja di koperasi petani kelapa sawit, kebun swadaya, kebun mitra, dan industri kelapa sawit, serta menjadi kader-kader petani muda dan pelaksana pembangunan di perkebunan kelapa sawit,” tutur Gunawan.

Pada wisuda angkatan ke-2 tersebut tercatat sebanyak 199 orang yang berasal dari 18 provinsi di Indonesia. Windy Wigaty merupakan peraih IPK tertinggi dengan nilai IPK 3,86 yang berasal dari Sintang, Kalimantan Barat.

Para wisudawan tersebut harus segera kembali ke tempat asalnya karena sebagian dari mereka sudah diterima kerja sebagai mandor di perusahaan kelapa sawit. Sedangkan sebanyak 107 orang (54 persen) dari total wisudawan telah diterima bekerja di perusahaan kelapa sawit, 48 orang wisudawan telah diterima bekerja di PT Bumitama Gunajaya Agro, 32 orang sudah diterima di PT Astra Agro Lestari, 27 orang diterima di PT Karyamas, dan sisanya sedang menunggu hasil tes dari PT First Resources serta PT Tri Putra Agropersada.

Sedangkan dalam penerimaan mahasiswa baru angkatan ke-3, sebanyak 200 orang mahasiswa baru yang berasal dari 20 provinsi telah sampai di Jogjakarta. Mereka berasal dari Aceh sampai Papua. (ita/ila)