• Pengerjaan Dilakukan Pukul 22.00 sampai Subuh

SLEMAN – Selama 10 hari ke depan, kepadatan ruas Jalan Laksda Adisutjipto tepatnya sisi timur Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) akan bertambah. Ini karena ada pengerjaan drainase sepanjang 50 meter. Manajemen arus lalulintas berupa contra flow akan diterapkan.

Penanggungjawab proyek dari PT Selo Adikarto Tejo Maharadiana mengungkapkan fokus pengerjaaan adalah ruas jalan sisi utara. Yakni pemasangan beton saluran drainase dan perbaikan saluran air. Penyebabnya adalah saluran kerap tersumbat hingga menimbulkan genangan air.”Tapi dikerjakan malam hari untuk menghindari kepadatan jalan. Ditutup dari jam 22.00 sampai 04.00 setiap hari,’’ jelasnya, Senin (29/10).

Pengerjaan diawali dengan pembongkaran jalur drainase lama. Selanjutnya beton drainase dan kelengkapan lainnya mulai dimasukkan. Selama proses penggarapan, ruas jalan sisi utara akan ditutup total.

Terkait kebijakan ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda DIJ. Dalam pertemuan tersebut disepakati sistem contra flow. Kendaraan dari arah barat dialihkan melalui lajur sisi selatan atau melawan arah.

Untuk melengkapi ini ada pelebaran putaran balik sisi timur Hotel RAY. Kendaraan dari arah barat akan dialihkan dari titik tersebut. Selanjutnya masuk kembali ke ruas sisi utara didepan Mapolsek Depok Barat. Simpangan putar akan  dilebarkan selama 10 hari. Kalau pengerjaan sudah selesai akan dikembalikan lagi. “Kalau siang hari lajur utara tetap bisa dilalui. Hanya malam saja yang ditutup,” ujarnya.

Penutupan ruas lajur utara tergolong tepat. Terlebih pengerjaan drainase menggunakan beragam alat berat. Penanggungjawab proyek juga telah menyiapkan pita pembatas jalan. Tujuannya untuk memberitahu pengendara lebih berhati-hati saat melintas.

Kasubditkamsel Ditlantas Polda DIJ AKBP Tri Iriani memastikan jajarannya telah menyiapkan rekayasa lalulintas. Meski memicu kepadatan lalulintas, namun contra flow dipastikan tepat. Ini karena ruas jalan tersebut merupakan titik simpul strategis. “Tidak bisa ditutup total karena cukup krusial dari arah timur maupun barat. Tapi kami minta pengerjaannya malam hari, pertimbangannya arus lalulintas tidak terlalu padat,” jelasnya.

Terkait pelebaran divider atau pembatas jalan dia memastikan sifatnya sementara. Fungsi jalan akan dikembalikan begitu proyek pengerjaan drainase rampung. Untuk itu perwira menengan dua melati ini meminta warga memilih alterlantif jalan lainnya. “Jika tidak ada kepentingan mendesak lebih baik hindari titik ini. Tapi jika ingin melintas tetap bisa, namun dengan kecepatan rendah,” pesannya. (dwi/din/zl/mo2)