JOGJA-  Gangguan teknis tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) cukup mengkhawatirkan para peserta ujian. Demikian pula yang terjadi di DIJ. Seperti dialami Hasabi Vidi Koes Prabowo. Mendengar kabar mundurnya jadwal tes CPNS Pemprov DIJ yang seharusnya digelar Jumat-Minggu (26-28 Oktober) membuat peserta tes asal Surabaya itu harap-harap cemas. Apalagi pria 23 tahun itu telanjur membeli tiket kereta api ke Jogja kemarin. Untuk mengikuti tes CPNS pada hari yang sama.

Kekhawatiran Hasabi tidak berlanjut. Pelamar guru SMK di wilayah Kulonprogo ini tetap bisa mengikuti CAT sesuai jadwal. “Khawatir diundur juga. Karena nanti (tadi malam) langsung pulang ke Surabaya,” ungkapnya Senin (29/10).

Dia memilih formasi guru di Kulonprogo dengan alasan ketersediaan kuota lebih banyak. Dibanding Surabaya. Namun, nasib baik belum berpihak kepadanya.

Meski mundur tiga hari, tes CPNS hari pertama Pemprov DIJ di Grha Wana Bakti Yasa diklaim tak ada persoalan. “Jaringan dan lainnya lancar,” ujar Koordinator Pelaksana CAT CPNS Pemprov DIJ dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional I Samir Gunawan kemarin.

Dari 485 laptop yang disiapkan, terpakai 450 unit. Menurut Samir, jaringan komputer yang digunakan sekarang lebih baik kualitasnya dibanding tes CPNS tahun lalu. “Cukup pakai dua dari tiga server yang disediakan,” katanya. Samir mengaku, pemasangan jaringan dan keperluan computer assisted test (CAT). selesai Minggu (28/10) tengah malam.

Pelaksanaan tes CPNS memang tidak semuanya berjalan mulus. Ada beberapa persoalan yang dirasa menganggu. Mulai waktu tes yang molor. Hingga ketidaksiapan perangkat komputer yang digunakan peserta. Padahal komputer menjadi sarana paling krusial.

Mengingat ujian CPNS menggunakan sistem CAT. Karena masalah tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin membuat crisis centre atau help desk CPNS. Agar setiap peserta tes CPNS yang mengalami permasalahan bisa mendapat penjelasan.

“Terjadi penundaan (tes CPNS, Red) di mana-mana. Ada problem jaringan,” beber Ganjar saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kota Magelang kemarin.

Soal usulan tentang crisis centre tes CPNS, Ganjar mengaku telah berkomunikasi dengan kepala badan kepegawaian negara (BKN) pusat.

Keberadaan crisis centre, menurut Ganjar, cukup krusial. Mengingat masyarakat sekarang semakin kritis. Menuangkan keingintahuan mereka lewat media sosial (medsos). “Apa pun namanya, itu soal virtual dan riil. Maka dua-duanya harus ada help desk yang siap membantu,” tutur gubernur dua periode itu.

Ihwal kendala teknis yang berbuntut mundurnya jadwal tes CPNS, Ganjar berharap saling kerja sama antarpihak. Demi terlaksananya tes CPNS yang lancar.

“Intinya agar seluruh panitia lokal membantu BKN. Dan pihak penyedia jasa untuk jaringannya. Tidak perlu saling menyalahkan. Bereskan semua,” pintanya.

Jika ada kejadian luar biasa yang tak bisa ditangai secara cepat, Ganjar minta panitia segera mengambil keputusan. Untuk menunda atau melanjutkan tes CPNS. Agar tidak menimbulkan persoalan bagi peserta tes CPNS yang telah menunggu.

Ganjar menilai, pelaksanaan tes CPNS yang berlangsung di Kota Magelang sudah lumayan baik. “Mudah-mudahan baik terus sampai hari terakhir (17/11),” harapnya. (tif/dem/yog/mo2)