Rp 2 Juta untuk Wanita Rentan Sosial Ekonomi

BANTUL – Pemkab Bantul gencar merumuskan berbagai kebijakan pengentasan kemiskinan. Salah satunya, pemberian bantuan kepada wanita rentan sosial ekonomi (WRSE). Yang menarik, sasaran program ini adalah perempuan single parent yang menjadi tulang punggung keluarga.

Menurut Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul Saryadi, setiap penerima mendapatkan bantuan Rp 2 juta. Nah, jumlah WRSE yang mendapatkan bantuan di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Bantul Senin (29/10) sebanyak 194 orang. Mereka dari tujuh kecamatan.

”Semula 198 orang. Tapi, tiga di antaranya mengundurkan diri. Satunya lagi sedang berada di luar kota,” jelas Saryadi usai penyerahan bantuan.

Dua dari tiga calon peserta yang mengundurkan diri dari Kecamatan Dlingo. Satunya dari Kecamatan Jetis. Mereka mengundurkan diri lantaran tidak memenuhi persyaratan. Ketiganya telah menikah lagi. Eddy menegaskan dinas bakal memberikan bantuan kepada calon penerima yang berhalangan hadir.

”Bantuannya baru akan diberikan setelah kepulangannya ke Bantul,” ucapnya.

Kepala Dinsos P3A Bantul Eddy Susanto menambahkan, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 390 juta. Menurutnya, bantuan ini sebagai dana stimulan usaha. Harapannya, para penerimanya memanfaatkan bantuan ini untuk membuka usaha kecil-kecilan. Seperti membuka warung pecel lele, wedang uwuh, atau jamu gendong.

”Jangan sampai mereka terisolasi. Kami sedang menumbuhkan semangat mereka untuk hidup lebih baik,” ujarnya.

Guna tujuan pemberdayaan terwujud, Eddy menuturkan, dinsos telah mempersiapkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka bertugas memberikan pendampingan agar WSRE dapat mengembangkan usahanya.

”Jadi mereka akan didampingi sampai berhasil,” katanya.

Di Kabupaten Bantul, kata Eddy, jumlah WRSE masih cukup tinggi. Per desa mencapai 50 hingga 75 orang. Bahkan, bagi desa yang penduduknya relatif padat bisa mencapai 150 orang.

Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi upaya peningkatan kesejahteraan WRSE. Apalagi posisi mereka tidak begitu menguntungkan. Selain harus mencari nafkah seorang diri, mereka juga harus berperan sebagai figur bapak bagi anak-anaknya.

”Bantuannya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Usaha kecil-kecil tidak apa-apa. Asal perekonomian bisa lebih baik,” pesannya. (ega/zam/er/mo2)