• Perajin Genting Terancam Kekurangan Bahan Baku

SLEMAN-Rencana pembangunan perumahan di Bukit Pendowo, Godean mengancam keberadaan para perajin genting. Sebab, dari bukit inilah sebagian besar bahan baku genting didatangkan.

“Bahkan sudah ada sekitar 380 rumah yang berdiri dan mulai pembangunan,” kata Ketua Asosiasi Pengerajin Genting Kabupaten Sleman Sukiman Hadi Wijoyono, Senin (29/10).

Menurutnya, ada 40 hektare lahan yang nantinya diubah menjadi kompleks perumahan. Lokasi itu merupakan kawasan perbukitan yang biasa dijadikan warga untuk menambang tanah liat. “Kalau bahan bakar habis, akan makan dari apa?” keluh Sukiman.

Dikatakannya, jika nantinya Gunung Kwagon, Gunung So, Gunung Jering, Gunung Gedang diambil alih investor, bisa dipastikan para pengrajin genteng kesulitan dalam mencari bahan baku. Padahal, asosiasi yang dipimpin Dukuh Kwagon itu beranggotakan 532 perajin.

Menurutnya, sejauh ini sudah ada beberapa kawasan perbukitan di Godean, yang dibeli investor. Ironisnya kawasan gunung itu lantas tertutup untuk para pengerajin. Karena itu dia berharap kawasan itu tidak ditutup dan pembangunannya ditunda. Sebab, pihaknya mengatakan bersedia untuk membeli tanah liat dari investor. “Kami beli dan kami tambang secara manual,” sambungnya.

Dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Sleman dapat memberikan bantuan dan jalan keluar. Paling tidak ada inovasi penggunaan tanah yang bisa digunakan sebagai pengganti bahan baku genting dan batu bata.

Dampak lain, kata Sukiman, bukan hanya pada aspek ekonomi saja. Ada aspek budaya yang ikut tergerus. Sebab, setiap tahunnya masyarakat Kawagon melangsungkan upacara adat Saparan Kwagon.  Dalam upacara adat itu, ada tradisi mengambil tanah liat dari gunung. “Kan kalau jadi perumahan kami jadi tidak tahu persis lokasi lempung yang biasa kami ambil,” ujarnya.

Sekda Kabupaten Sleman Sumadi menjelaskan pemerintah sudah melakukan kajian terhadap kelayakan lokasi bukit yang nantinya dijadikan perumahan. Selain itu, pihaknya juga mengaku telah berdiskusi dengan para perajin. “Sudah kami pertimbangkan,” kata Sumadi.

Sumadi menjelaskan untuk mencukupi kebutuhan para pengrajin genting, tanah liat yang berada pada kedalaman 0,5 meter hingga 1 meter akan didistribusikan untuk perajin. Sisanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan pembangunan satu juta rumah yang digagas pemerintah.”Sebab, tidak semua bagian dari perbukitan itu bisa digunakan,” tambahnya.

Sumadi menjelaskan, tidak semua bukit dikepras dan dijadikan perumahan. Sebab semua masih bergantung pada kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). “Nanti dipilih, dikaji dulu di AMDALnya, mana yang untuk perumahan, mana yang untuk genting,” bebernya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengaku telah melakukan langkah antisipasi dengan konversi produk. “Biar tidak cepat mengahabiskan bahan baku perlu ada peningkatan produk di luar genting,” jelasnya. (har/din/zl/mo2)