Dua Pendamping PKH

yang Diindikasikan

Membantu Caleg

PURWOREJO – Dua pendamping desa yang mengawal Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Purworejo, masing-masing Muhammad Fauzi dan Awit Budi Setyawan, dilaporkan ke Kementrian Sosial (Kemensos). Pelaporan itu dilakukan Bawaslu Kabupaten Purworejo karena terindikasi melanggar kode etik SDM PKH yang tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 01/LJS/08/2018.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq mengungkapkan, pelaporan dalam bentuk rekomendaasi dugaan pelanggaran itu juga dikirimkan ke Korwil PKH Jateng serta Dinas Sosial Keluarga Berencana Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos KBPPA) Purworejo. Pihaknya berharap rekomendasi itu segera bisa ditindaklanjuti.

“Pelanggaran kode etik ini berawal dari temuan pengawasan kampanye yang dilakukan oleh salah satu calon DPRD di daerah pemilihan V Purworejo atas nama Berliando Luthfi Zulfikar,” ujar Nur Kholiq Senin (29/10).

Lebih jauh disampaikan, caleg itu melakukan kampanye melalui metode pertemuan terbatas. Dari hasil pemeriksaan klarifikasi dan barang bukti Bawaslu, kampanye diikuti warga yang sebagian besar Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kaliwungu, Bruno, Purworejo.

“Kami menindaklanjuti dari berbagai keterangan saksi dan alat bukti yang ada. Ada keterlibatan dua pendamping PKH yang menjembatani akhirnya caleg Berliando bisa dan melakukan kampanye pertemuan terbatas di hadapan warga KPM,” tambah Kholiq.

Dijelaskan, dari hasil pengawasan ditemukan fakta, pendamping itu terindikasi melanggar peraturan kode etik PKH dalam Pasal 10 Huruf G, G dan I. Hanya saja hal ini tidak masuk dalam regulasi pemilu, maka oleh Bawaslu dikategorikan sebagai pelanggaran atas peraturan perundang-undangan lain.

“Kami teruskan ke Kementerian Sosial sebagai lembaga yang mengelola PKH untuk bisa ditindaklanjuti melalui mekanisme penegakan kode etik,” tambahnya.

Selain meneruskan pelanggaran ke Kementerian Sosial, dalam kasus ini Bawaslu juga memberikan rekomendasi ke KPU agar memberikan peringatan kepada caleg Berliando Luthfi Zulfikar beserta DPD PAN.

Peringatan diberikan karena telah melakukan pelanggaran administrasi kampanye. Yakni tidak adanya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) yang diajukan ke Polres Purworejo. DPD PAN Kabupaten Purworejo juga diberikan peringatan karena belum mendaftarkan pelaksana kampanyenya sampai dengan pelaksanaan kegiatan kampanye pertemuan terbatas yang dilakukan caleg Berliando Luthfi Zulfikar. (udi/laz/fj/mo2)