Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan bisa menjadi momentum bagi anak muda untuk ikut berperan dalam pembangunan di Gunungkidul. Baik dalam bidang politik, pariwisata, atau lainnya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi usai upacara Hari Sumpah Pemuda di Alun-Alun Wonosari Senin (29/10). Dia mengatakan, kehadiran kaum muda dalam keorganisasian menjadi bukti nyata eksistensi mereka.

”Dalam tahun politik banyak kader muda ikut serta menjadi calon legislatif dalam pesta demokrasi tahun depan,” kata Immawan.

Immawan melihat peran pemuda dalam pembangunan sektor pariwisata maupun kebudayaan juga sudah terlihat. Itu terlihat dari keterlibatan mereka dalam kreasi kebudayaan.

Yang tak kalah penting, orang nomor dua di Bumi Handayani berpesan para pemuda tidak mengabaikan bidang pertanian. Sebab, petani muda di Kabupaten Gunungkidul masih sangat minim.

”Terutama petani muda yang mempunyai mindset pertanian modern,” ingatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, sejumlah upaya dalam menumbuhkan minat petani muda terus dilakukan. Salah satunya dengan meminta petugas penyuluh tani yang tersebar di desa-desa untuk membina tiga hingga empat pemuda.

”Kedua, kami memberi bantuan ke kelompok pemuda untuk usaha tani khususnya bidang hortikultura. Salah satu penerima sasaran bantuan adalah warga Pedukuhan Slametan, Desa Kelor, dan di Desa Bleberan Playen,” katanya. (gun/zam/er/mo2)