PURWOREJO – Destinasi digital Pasar Inis di Desa Brondongrejo, Purwodadi, Purworejo, resmi diluncurkan Minggu (28/10). Pasar yang diselenggarakan setiap Minggu pagi dan memiliki sajian kuliner berbahan dasar ketela ini, diresmikan Wakil Bupati Yuli Hastuti.

Peluncuran ditandai dengan pengguntingan pintu gerbang jerami yang dibuat siswa SMAN 7 Purworejo yang tergabung dalam Saka Pariwisata. Sehari sebelumnya, anggota Pramuka itu melakukan kemah sabtu minggu di desa tersebut.

Penggagas Pasar Inis, Rianto Purnomi mengatakan, keberadaan pasar itu mulai berjalan sekitar enam bulan lalu. Menjual panorama pinggiran sawah, ia ingin memberdayakan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya untuk membuat kesibukan khusus di hari Minggu.  Didukung ibu-ibu yang tergabung dalam dasawisma, mereka menjual berbagai makanan khas desa dan berbahan dasar sederhana.

“Potensi Brondongrejo adalah ketela. Kami mendorong ibu-ibu bisa membuat makanan berbahan dasar ketela. Ternyata hasilnya luar biasa, banyak makanan yang bisa dihasilkan dari ketela itu,” jelas Purnomo.

Tidak sekadar berjualan saja, warga juga diajak melakukan berbagai inovasi dengan membuat serangkaian alat pendukung yang bisa digunakan untuk swafoto dan sebagainya. Dari hal ini, kearifan lokal berjalan, di mana masyarakat yang dulu sering membuat hiasan berbahan dasar jerami mampu membuat aneka hal yang sangat menarik. “Kami hanya memfasilitasi dan masyarakat bisa berjalan sendiri. Ini adalah hal yang luar biasa,” jelasnya.

Dalam peluncuran itu, Pasar Inis menggelar aneka kegiatan, di antaranya upacara Sumpah Pemuda, fashion show, lomba kudapan dari ketela dan lain sebagainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Yuli Hastuti mengatakan,  Purworejo meluncurkan branding pariwisata yang dinamakan Romansa Purworejo 2020-Tahun Kunjungan Wisata 2020. Dari branding itu diharapkan masyarakat mampu menangkap peluang yang ada, dengan mengekplorasi berbagai potensi, terutama potensi pariwisata. “Terlebih desa-desa yang wilayahnya sangat bersinggungan dengan proyek-proyek nasional,” kata Yuli.

Lebih jauh dikatakan, upaya mempromosikan Purworejo perlu dilakukan dengan menggelar lebih banyak event. Dia melihat Pasar Inis menjadi salah satu event yang bernilai jual tinggi dan bisa mendatangkan wisatawan.

“Pasar Inis ini luar biasa karena muncul dari prakarsa masyarakat, utamanya generasi muda. Karena tanpa bantuan dan dukungan seluruh komponen masyarakat, upaya pemerintah dalam menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki tidak akan memperoleh hasil yang optimal,” tambahnya.

Di berharap keberadaan Pasar Inis akan mengispirasi dan mendorong komponen masyarakat lain untuk mengadakan berbagai kegiatan lainnya, sehingga Purworejo akan terus tumbuh dan berkembang secara dinamis. (udi/laz/by/mo2)