GUNUNGKIDUL – Anggaran tanggap darurat kekeringan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Gunungkidul hanya cukup sampai akhir bulan ini. Namun, wacana meningkatkan status darurat kekeringan masih menunggu laporan dari tingkat kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, krisis air bersih terjadi di 77 desa dan tersebar di 15 kecamatan. Sementara jumlah warga terdampak mencapai 38.937 kepala keluarga (KK) dan 132.491 jiwa. Namun, beberapa desa yang berada di zona merah hingga kemarin belum memberikan laporan perkembangan terakhir. Sebut saja Desa Dadapayu, Jurangrejo, Watugajah, Tileng, dan Melikan.

”Bahkan di Girisubo, meski anggaran kecamatan habis belum melapor. Pertimbangannya, hujan mulai turun dan bantuan pihak ketiga terus berdatangan,” jelas Edy saat dihubungi Minggu (28/10).

Camat Girisubo Agus Sriyanto menyebut ada delapan desa di wilayahnya yang mengalami kekeringan cukup parah. Detailnya, dari 82 pedukuhan, 62 pedukuhan di antaranya kekurangan air bersih.

Ketika disinggung mengenai apakah kecamatan sudah memberikan laporan terakhir, Agus mengakui anggaran droping di kecamatan sudah ludes. Namun, tidak sedikit pihak ketiga yang datang memberikan bantuan droping air.

”Hujan sudah turun. Tapi belum merata dan tidak begitu deras,” katanya. (gun/zam)