SLEMAN – Menjadi prajurit TNI dituntut harus serba bisa. Bukan hanya dalam teori maupun praktik strategi perang. Tentara juga harus bisa menjadi teladan sosial di tengah masyarakat.

Seperti terlihat di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0732 Sleman di Dusun Temuwuh Kidul, Balecatur, Gamping. Selain aktif dalam proyek fisik, para Satgas TMMD mampu berdialog dengan masyarakat untuk beragam kegiatan penyuluhan dan spiritual.

Sebagaimana dilakukan Serma Suyatman Jumat (26/10). Saat salat Jumat Serma Suyatman didaulat menjadi imam sekaligus khatib di Masjid Nurul Jannah, Dusun Temuwuh. Ini menjadi pemandangan tak biasa. Karena biasanya yang menjadi imam dan khatib adalah ustaz dari desa setempat.

“Ini menjadi kehormatan besar bagi TNI. Mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi imam dan khatib di masjid desa,” ujar Suyatman.

Penunjukan Suyatman sebagai imam dan khatib salat Jumat bermula saat Satgas TMMD melaksanakan komunikasi sosial (komsos) guna mempererat hubungan dengan masyarakat di lokasi sasaran. Komsos saat itu dipimpin Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Kapten Inf Asrori.

“Baru kali ini saya melihat prajurit TNI mengenakan seragam loreng menjadi perangkat pelaksanaan salat Jumat,” puji Mulyadi,41, warga Dusun Temuwuh yang juga pengurus Masjid Nurul Jannah.

Hal itu, menurut Mulyadi, merupakan hal yang tidak biasa. Sehingga membuat masyarakat dan jamaah masjid kagum. “Bapak TNI memang ustaz,” ujarnya.(*/yog/zl/mo2)