Disdikpora Berjanji Merumuskan Ulang Posisi Mereka

BANTUL – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu nasib yang dialami sebagai guru tidak tetap (GTT). Setelah gagal dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS), posisi GTT yang mengabdi di sekolah dasar (SD) terancam. Sebab, posisi mereka yang masuk dalam formasi bakal diisi oleh CPNS.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Didik Warsito membenarkan perihal sulitnya posisi sebagian GTT. Namun, Didik memastikan pemkab bakal mengatur ulang posisi mereka. Lagi pula, mereka telah mengabdi selama puluhan tahun.

”Tidak bisa tiba-tiba bergeser kemudian diberhentikan,” jelas Didik pekan lalu.

Namun, perumusan ulang posisi GTT ini tidak mudah. Menurutnya, disdikpora butuh koordinasi dengan berbagai pihak. Itu untuk menempatkan tempat pengabdian baru bagi GTT. Apalagi, seluruh guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang mengajar di SD pada 2020 bakal memasuki pensiun.

”Posisi ini kan peluang bagi GTT. Makanya harus dipertimbangkan matang dulu,” ucapnya.

Mendengar hal ini, Ketua Forum K-2 (kategori dua) Bantul Sudarman merasa cemas sekaligus apresiatif. Menurutnya, posisi GTT tidak memiliki payung hukum. Mereka sewaktu-waktu dapat diberhentikan sebagai tenaga pengajar. Namun, di sisi lain, Sudarman mengapresiasi komitmen pemkab. Setidaknya komitmen ini sebagai sinyal bahwa GTT masih berpeluang mendapatkan ruang untuk berkiprah di sekolah.

”Masa ya guru tidak mengajar. Kan lucu,” kata Sudarman, menilai usia produktif GTT telah dihabiskan untuk mengabdi di sekolah. (ega/zam/by/mo2)