Hadapi Tim-Tim

dengan Gaya

Bermain Bertahan

SLEMAN – Skuad PSS Sleman dituntut lebih kreatif dalam menghadapi tim-tim dengan gaya bermain bertahan. Sebelum melakoni away ke Banda Aceh Kamis (1/11) mendatang, para pemain Super Elang Jawa digembleng agar tampil lebih tringginas guna mengamankan poin penuh di pertandingan kedua.

Di laga perdana babak delapan besar Liga 2 Indonesia, PSS hanya mampu mencuri satu poin dari Laskar Cisadane, julukan Persita Tanggerang, di Stadion Benteng Taruna, Jumat (26/10). Beruntung, kehadiran Qischil Gandrum Minny yang menggantikan Rangga Muslim mampu menyamakan kedudukan 1-1 di masa injury time.

Pada laga perdana, Seto Nurdiyantara bisa dibilang cukup berani memainkan komposisi dalam skema 4-3-3 yang diterapkan. Lima pemain anyar dari enam pemain yang didatangkan di bursa transfer babak delapan besar, langsung dipercaya menjadi starter.

Rossy Noprihanis dipercaya menjadi bagian dari trisula lini depan. Sedangkan si anak hilang Busari, diberikan kesempatan mengatur irama tengah PSS Sleman. Tiga bek, Aditya Putra Dewa, Arsyad Gufron dan Ikhwan Ciptady sudah dipercaya menjadi palang pintu pertahanan Super Elang Jawa.

Namun sayang, keberadaan Rossy dan Busari di laga perdana memang belum banyak berdampak. Aliran bola kepada Christian Gonzales dkk kerap terputus di barisan lini pertahanan Persita.

Seto mengakui timnya kehilangan kreativitas untuk bisa membongkar barisan pertahanan lawan. Begitu juga dengan Rangga Muslim, di mana pergerakan dengan bola kerap terbaca dan mudah dipatahkan sebelum masuk ke kotak terlarang.

Mantan pelatih PSIM Jogja ini menjelaskan, waktu efektif empat hari yang tersisa akan dimanfaatkan untuk menutup kelemahan yang ada di laga perdana. “Selain taktikal, kami juga minta anak-anak sabar dalam build up dan tidak tergesa-gesa,” kata Seto.

Saat disinggung persoalan adaptasi yang belum maksimal, Seto pun tak menampik hal tersebut. Meski begitu, dia memberikan pujian kepada para pemain anyar karena sudah bermain maksimal sesuai yang diharapkan. ”Mungkin perlu komunikasi lagi. Chemistry mereka harus terus terus ditingatkan,” katanya.

Melawan Laskar Rencong – julukan Persiraja, besar kemungkinan Seto akan kembali merotasi pemainnya. Rifal Lastori yang sebelumnya ditarik masuk dalam 18 pemain yang dibawa ke Taggerang, berpeluang  tampil perdana di delapan besar nanti.

Sementara Slamet Budiono yang memberi warna permainan di babak kedua, berpeluang menggantikan peran Rangga Muslim yang kurang maksimal di laga perdana. “Rotasi jelas ada. Namun kami masih akan terus pantau sampai dengan latihan besok,” jelasnya.

Grup B delapan besar Liga 2 Indonesia sendiri telah melangsungkan laga perdana. Madura FC yang mengandaskan perlawanan Persiraja 2-0 di Stadion Ahmad Yani dan menempati posisi puncak dengan poin 3. Sementara PSS Sleman yang bermain seri berada di posisi runner up dengan poin 1. (bhn/laz/fj/mo2)