FKM Gelar Charity

for Palu-Donggala

 

MAGELANG – Berbagai cara dilakukan elemen masyarakat untuk bisa membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi. Seperti yang dilakukan Komunitas Fotografer Magelang (KFM) yang mengadakan charity atau penggalangan dana.

FKM pun melibatkan para fotografer, model, tata rias, dan pecinta burung hantu. Kegiatan bertajuk “Hunting Photo Charity for Palu- Donggala” ini diselenggarakan di area Museum BPK RI Magelang. Ada 50 fotografer, 10 model, dan 7 MUA (make up artist) dalam acara ini.

“Hasilnya, terkumpul uang sebanyak Rp 3.176.000,” kata Ketua Panitia Pelaksana Dedy Priyantoro kemarin. Dijelaskan Dedy, para penghobi fotografi merasa terpanggil untuk menggelar penggalangan dana.

Aksi sebagai wujud kepedulian kepada para korban sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpara pegiat komunitas. “Berapa pun dana yang terkumpul tidak menjadi masalah, karena yang terpenting niat tulus kami untuk membantu para korban,” tuturnya.

Sesuai tema, para fotografer bersama memotret model-model cantik dan ganteng yang sudah dirias serta mengenakan aneka jenis gaun. Mereka difoto di area sekitar Museum BPK RI, baik di dalam maupun luar yang memiliki pemandangan menarik.

Di sela acara, mereka dihibur penampilan grup musik Jackustik dan Comparez bergaya akustik. Hunting foto bersama makin gayeng dengan hadirnya burung-burung hantu yang ikut menjadi model.

Kepala Museum BPK RI Magelang Dicky Dewarijanto menyambut baik adanya event charity ini. Kegiatan ini dinilai positif sebagai bentuk dukungan kepada para korban bencana di Sulawesi Tengah.

“Dalam kesempatan ini kami mengetuk hati masyarakat untuk menyumbangkan dananya. Melalui kegiatan ini pula kami harap Museum BPK RI dapat selalu bersinergi dengan komunitas-komunitas di Magelang,” ujarnya.

Senada disampaikan anggota Komisi A DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni yang ikut terlibat aktif dalam kegiatan itu. Dikatakan, even charity menjadi penting untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban.

Ia pun mendorong masyarakat untuk tetap menjaga rasa pedulinya pada sesama.

“Saya juga apresiasi kepada penyelenggara yang sudah mengadakan charity ini. Sangat positif untuk kita mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa peduli pada sesama yang sedang berduka,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Tyas juga mengingatkan arti  penting peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tiap 28 Oktober.  Dia berharap  momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menyatukan seluruh pemuda dalam satu bangsa dan tanah air, yakni Indonesia. Tidak lagi ada perpecahan karena suku, bahasa maupun lainnya.

“Sumpah Pemuda menjadi momentum yang tepat untuk para generasi muda menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan. Kita tahu bahwa Sumpah Pemuda menjadi tonggak sejarah kemerdekaan RI,” tandasnya. (dem/laz/by/mo2)