JOGJA – Dalam rangka HUT ke-262 Kota Jogja dan HUT ke-68 Kodam IV/Diponegoro, Pemkot Jogja bekerja sama dengan Korem 072/Pamungkas  menyelenggarakan lomba jemparingan Piala Danrem 072/Pamungkas. Lomba digelar di Lapangan Panahan, Jalan Kenari, Kota Jogja, Minggu (28/10).

Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Mohammad Zamroni yang hadir memandang positif kegiatan memanah tradisional ini. Selain sebagai langkah untuk melestarikan budaya, kegiatan seperti  ini juga  memerlukan konsentrasi tinggi karena pemanah akan membidik dengan perasaan dan serasa menyatu dengan busur dan anak panah.

“Memanah juga menjadi simbol ksatria dan kegiatan yang memilki filosofi tinggi,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi dengan animo masyarakat yang berpartisipasi dalam perlombaan ini. Peserta yang mayoritas anak-anak dan generasi muda ini, dikatakan nantinya akan punya peran penting untuk mewarisi tradisi jemparingan.

“Dengan jemparingan, menciptakan generasi yang patriotik dan mencintai budaya. Serta tradisi ini juga akan memperkokoh bangsa,”  jelasnya.

Yoni Yandra dari panitia lomba menyebutkan, lomba diikuti sekitar 300 peserta dan dibagi menjadi beberapa kelas. Untuk anak-anak dan dewasa, perempuan dan laki-laki. Yang membedakan dari setiap kelas adalah pada jarak sasaran. Untuk anak-anak harus bisa mengenai sasaran sejauh 20 meter, sementara dewasa 30 meter. “Para peserta memperebutkan total hadiah sebesar Rp 13 juta,”  kata Yoni.

Lutfia Widi Hamifah Fatin, 10, mengaku senang bisa mengikuti jemparingan yang menjadi rangkaian kemeriahan HUT Kota Jogja ini. Selain mendapat pengalaman, dia juga mendapat banyak teman dari ikut lomba.

Ia mengungkapkan sudah berlatih cukup giat sebelum ikut perlombaan ini. “Senang karena kegiatannya menyenangkan dan teman seumuran banyak,” jelasnya.

Alasan Fatin untuk mengikuti lomba jemparingan karena suka dengan kegiatan memanah yang perlu konsentrasi tinggi. Selain itu dia juga bangga bisa berperan untuk ikut melestarikan budaya.

“Kegiatan kayak gini itu keren. Soalnya kalau mau memanah juga harus menggunakan busana Jawa. Ada kebangaan tersendiri kalau bisa tepat mengenai sasaran,” tambahnya. (cr5/laz/fj/mo2)