JOGJA –  Kota Jogja akan dipercaya menjadi tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ XV. Diharapkan gema penyelenggaraan olahraga dua tahunan ini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat Jogjakarta sejak dini.

Setelah logo dan maskot Porda XV ditetapkan, Komite Olahrga Nasional Indonesia (KONI) dapat menyosialisasikan kepada masyarakat. Ketua KONI Jogja Tri Joko Handoko menjelaskan, sejak keberadaan logo dan maskot ditetapkan, pihaknya akan berupaya menggemakan Porda DIJ XV kepada masyarakat.

“Sebenarnya mau kami luncurkan bersamaan dengan ulang tahun Kota Jogja. Dikarenakan saat itu mengusung tema wayang, maka untuk maskot boneka Derkuku sengaja tidak kami luncurkan,” kata Joko.

Dijelaskan, keberadaan Porda harus bisa menjadi pendorong bagi masyarakat Jogja untuk berbenah dan menyambut pesta olahraga tersebut. Menurutnya, secara ekonomi penyelenggaraan Porda dapat menguntungkan bagi masyarakat yang ada di Kota Jogja.

“Jadi tidak hanya semata-mata ajang meraih prestasi. Tetapi juga bisa membantu perekonomian masyarakat, karena akan ada banyak atlet yang datang ke Jogja,” jelasnya.

Terkait cabang olahraga yang dipertandingan, pihaknya masih akan berpegang pada pedoman surat keputusan KONI DIJ, di mana ada 41 cabang olahraga. Jumlah itu sesuai dengan cabor yang diperlombakan di ajang PON Papua 2020 mendatang.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam lomba logo dan maskot yang digelar KONI Jogja gelar juara diraih Wahyu Purnomo dengan judul Obor Api Menyala dengan gambar berbentuk burung Derkuku. Sedangkan untuk maskot, juaranya Natalia Hasti Lumenta.

Wahyu mengaku senang atas prestasi yang diraihnya pada lomba kali ini. Karya yang digarapnya itu terinspirasi dari fauna yang ada di Jogja. “Sangat senang bisa berkontribusi bagi pesta olahraga masyatakat Jogjakarta,” kata pria asal Banyumas, Jawa Tengah, ini.

Sementara Kasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jogja Budi Santosa mengatakan, gaung Porda DIJ harus bisa dirasakan masyarakat. Keberadaan Porda bukan sekadar formalitas kegiatan olahraga, namun bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga DIJ maupun masyarakat di luar DIJ. (bhn/laz/fj/mo2)