PURWOREJO – Peninjauan Hari Jadi Kabupaten Purworejo yang diajukan DPRD merupakan konsensus atau kesepakatan dari segenap masyarakat. Kajian ini berpijak pada landasan historis, landasan normative, dan politis.

Hal itu disampaikan juru bicara enam dari tujuh fraksi di DPRD Purworejo, Prabowo, menanggapi beberapa hal yang disampaikan Wakil Bupati Yuli Hastuti dalam pandangan eksekutif saat paripurna DPRD sehari sebelumnya (25/10). Dewan sendiri saat memberikan tanggapannya disatukan dalam satu jawaban, di mana hanya Fraksi PKS yang tidak menandatangani karena tidak ada anggotanya yang hadir.

“Maksud dan tujuan ditetapkannya hari jadi ini untuk memberikan
kepastian hukum,” jelas Prabowo. Menurutnya, dengan adanya hari jadi yang akan dihasilkan nanti akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Purworejo untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Harapannya bisa memelihara nilai-nilai luhur budaya, semangat nasionalisme dan patriotisme. “Ini juga menjadi pendokumentasian sejarah Kabupaten Purworejo sebagai sejarah lokal yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai sumber pengkajian sejarah nasional,” tambah politisi PDIP ini.

Pihaknya juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembahasan Raperda Hari Jadi Kabupaten Purworejo dengan cermat, hati-hati dan komprehensif serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan ahli yang berkompeten. Ini untuk mengantisipasi agar tidak ada permasalahan yang timbul di belakang hari. (udi/laz/by/mo2)