SLEMAN – Siapa sangka siang bolong menjadi waktu yang tepat untuk menggasak isi rumah. Suryadi, pria beusia 56 tahun ini tidak menyangka rumahnya menjadi sasaran. Niat bekerja, rumahnya yang berlamatkan Kemiri RT06 RW 22 Margorejo Tempel justru dibobol maling.

Kapolsek Tempel Kompol Solichul Anshori mengungkapkan pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Berdasarkan penyelidikan sementara diduga pelaku tidak sendiri. Hipotesinya berupa ada yang mengawasi adapula yang beraksi masuk rumah.

Bergerak cepat Polsek Tempel langsung menerjukan timnya. Dipimpin langsung oleh Panit Reskrim Polsek Tempel Ipda Farid M Noor, tim langsung mengumpulkan sejumlah bukti. “Hasil penyelidikan, pelaku masuk dengan mencongkel pintu dan garasi rumah” katanya Minggu (28/10).

Timnya juga melakukan pendataan barang berharga yang hilang. Untuk barang elektronik hanya satu unit computer jinjing. Adapula emas dengan total berat 55 gram seharga Rp 24,7 juta.

“Emas terdiri dari tiga gram gelang berupa model rantai sepuluh gram, lima gram dan 40 gram. Pelaku juga membawa surat pembelian emas. Total kerugian mencapai Rp 29.750.000,” jelas Ipda Farid.

Terkait keamanan lingkungan, Farid meminta warga lebih cermat dan ketat. Tidak ada salahnya menggunakan kunci ganda demi keamanan rumah. Setidaknya langkah ini akan menghambat pelaku bertindak cepat.

Dia juga menghimbau pemasangan kamera pengawas atau CCTV. Pemasangan bisa didalam rumah maupun menghadap jalan. Selain untuk merekam aktivitas di dalam rumah juga lingkungan sekitarnya. Terutama melacak pergerakan dari orang-orang yang dicurigai.

“Terbukti kesempatan tidak hanya pada malam hari, kalau nekat siang bolong juga bisa. Tapi bisa saja pelaku sudah mengamati lokasi sebelum beraksi. Giatkan keamanan lingkungan, diawali dengan tetangga kanan kiri,” pesannya. (dwi/pra/zl/mo2)