BANTUL – Kebijakan pemkab untuk menerangi seluruh wilayah Kabupaten Bantul belum berjalan seimbang. Banyaknya jumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) belum disertai dengan keberadaan peralatan perawatan yang memadai. Satu unit armada skylift yang dimiliki Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul saat ini digunakan untuk merawat lebih dari 5.000 unit LPJU.

Sekretaris Dishub Bantul Kusmardiono menyebutkan, jumlah LPJU bakal bertambah lagi. Itu seiring dengan rencana pengadaan LPJU pada 2018. Dishub tahun ini mengalokasikan anggaran hingga Rp 14 miliar. Itu meliputi Rp 9,5 miliar untuk LPJU LED; Rp 3,1 miliar untuk LPJU jalan desa; dan Rp 1,2 miliar untuk LPJU konvensional. Serta Rp 175 juta untuk pengadaan lima titik LPJU surya. Khusus LPJU surya bakal dipasang di jalur Cinomati.

”Rinciannya, LPJU LED sebanyak 566 titik, LPJU jalan desa sebanyak 377 titik, dan LPJU konvensional 86 titik,” jelas Kus, sapaannya, di kantornya pekan lalu.

Bertambahnya unit LPJU itu belum seberapa. Kus memastikan Dishub bakal mengalokasikan anggaran pengadaan LPJU pada tahun anggaran 2019. Bahkan, nilainya lebih besar dibanding tahun anggaran sebelumnya. Mencapai Rp 19 miliar.

”Target kami 11.000 LPJU di seluruh Bantul untuk menerangi setiap jalan,” sebutnya.

Namun, Kus menilai, banyaknya titik LPJU ini tidak berbanding lurus dengan armada perawatannya. Hingga sekarang dishub baru memiliki satu unit skylift dari total tiga unit yang dibutuhkan. Guna menyiasati keterbatasan ini, dishub memperbaiki kerusakan yang berada dalam satu jalur.

”Sehari ada 2-5 aduan kerusakan yang kami terima,” ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis mengungkapkan hal senada. Menurutnya, jumlah armada skylift memang minim. Dishub maupun komisi pernah berulang kali mengusulkan penambahan skylift. Hanya, usulan itu dicoret lantaran keuangan daerah terbatas.

”Dukungan pemeliharaannya belum maksimal,” katanya. (ega/zam/by/mo2)