BANTUL – Hentakan drum Seanna Clarissa Ayu Ferdinandus begitu atraktif. Dia bermain musik bersama pelatih drumnya, Cipi Prasetya, yang memainkan drum. Juga ditemani sang ayah, Hendrik, yang memainkan bas.

Tak hanya Seanna, ada anak-anak lain yang pintar bermain drum dan menyanyi. Sebut saja Tanah Liat yang sudah memiliki band sendiri bernama Eman-Eman Band. Akhir pekan ini, mereka dan teman-teman lainnya mengikuti Resital #1 Tali. Sebuah pertunjukkan musik yang diadakan di Museum Dan Tanah Liat (MDTL) di Kersan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Tali adalah sebuah wadah kreativitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan minatnya di bidang musik, terutama drum dan vocal. Tak hanya itu, Tali juga merupakan wadah bagi orang tua untuk sharing dan belajar bareng bagaimana mengasuh anak. Bagaimana membesarkan anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Ketua Tali Foundation Trisni Rahayu mengatakan, Tali sendiri terinspirasi dari anaknya, Tanah Liat, yang mempunyai kebutuhan down syndrome. Dia mengungkapkan, tujuan dari Tali ini untuk mewadahi anak-anak, terutama anak berkebutuhan khusus. ”Terinspirasi dari anak saya sendiri. Saya bisa memfasilitasi anak saya, tapi banyak anak lain yang perlu difasilitasi juga. Makanya Tali ini berdiri,” jelasnya ditemui Sabtu malam (27/10).

Yayuk, sapaan Trisni Rahayu, mengatakan, Tali juga memiliki makna lain sebagai ikatan. Ikatan ibu dan anak, juga ikatan pertemanan. ”Makanya pada logonya juga ada gambar tali,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, untuk saat ini Tali mewadahi anak-anak dalam minat music. Sebab, saat ini sudah ada fasilitator atau guru musiknya, utamanya untuk drum dan vocal. Sedangkan untuk orang tua, Yayuk akan meluangkan waktunya untuk sesi sharing tentang pengasuhan anak dengan kebutuhan khusus.

”Tapi untuk saat ini karena keterbatasan, saya masih sebatas untuk edukasi orang tua saja, sedangkan untuk anak baru sebatas les music. Belum sampai ke terapi anak, tapi ke depan akan saya usahakan untuk bisa ke situ,” ungkapnya.

Yayuk pun mempersilakan orang tua untuk bertandang ke MDTL untuk sekadar sharing. ”Ayo duduk  bersama dan belajar bareng. Belajar cara membesarkan anak-anak. Saya yakin ke depan akan ada yang care dengan kegiatan kami,” tuturnya. (ila)