SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 2018 merupakan refleksi sekaligus histori 90 tahun lalu, di mana para pemuda pemudi Indonesia mengikrarkan untuk bersatu, menjadi satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia.

Para pemuda Nusantara berkumpul untuk memperkokoh identitas Bangsa. Namun, realita hari ini sudah jauh berbeda dengan semangat perjuangan pada waktu itu. Sebab, saat ini banyak diantara pemuda Indonesia yang saling berselisih sampai bermusuhan hanya karena berbeda pilihan politik. Saat ini kita masuk dalam tahun politik yang syarat rawan terjadinya konflik horizontal karena banyak yang mengatas namakan Agama untuk mencari kekuasaan dan mengatas namakan rakyat untuk meraih kemenangan, kenyataanya cara-cara tersebut sering memicu pertikaian karena cenderung menganggap dirinya paling benar.

Pemuda pemudi yang akan mengikuti kontestasi dalam Pemilu ditahun 2019 harus mampu membuat narasi besar dalam mengambil peran positif untuk bersama-sama melawan segala bentuk berita bohong yang banyak viral di media sosial. Termasuk provokasi dan propaganda sebagian berita online yang dapat memecah belah persaudaraan baik dalam beragama maupun bermasyarakat.

Bagi para pemuda dan pemudi yang terlibat dalam politik sebagai calon anggota legislatif, harus mampu menunjukan sikap profesional dan edukatif dalam melakukan konsolidasi dan sosialisasi bersama masyarakat dengan kreatifitas positif. Melakukan kampanye dengan cara-cara yang santun, hal ini dapat membantu mengurangi terjadinya konlik horisontal dan dapat membawa iklim positif atau perubahan warna baru dunia politik. Sebab, kita tahu bersama bahwa citra politik hari ini cenderung dipandang abstrak dan negatif oleh masyarakat secara umum, sehingga dengan momentum sumpah pemuda ini pemuda harus banyak bersilaturahmi untuk bertukar pikiran, mengemukakan ide dan gagasan pembangunan kepada masyarakat. Juga dalam membangun konstruksi berpikir yang sehat dan rasional dalam meraih simpati masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan diatas kepentingan dan perbedaan. (*/ila)