Pembangunan NYIA Diharapkan Sesuai Target

KULONPROGO – Komisi 5 DPR RI mendatangi proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon,Kamis (25/10). Mereka melihat kemajuan pembangunan bandara. Komisi 5 DPR membidangi infrastruktur dan perhubungan.

“NYIA adalah proyek strategis nasional. Kami melihat kesiapan mitigasi bencana yang disiapkan PT Angkasa Pura (AP) I selaku pemrakarsa pembangunan,” kata wakil Ketua Komisi 5 DPR RI, Sigit Sosiantomo.

Menurut dia, sesuai paparan AP I dan pelaksana proyek PT PP KSO, pembangunan runway sudah masuk tahap akhir. Tahap pertama dibangun runway sepanjang 3.250 meter, dan lebar 45 meter. Pada April 2019 AP I optimistis NYIA sudah bisa beroperasi.

“Tinggal tersisa enam bulan. AP I yakin April 2019 bandara sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Sigit.

AP I, kata Sigit, mengaku sudah menyiapkan bandara yang ramah terhadap ancaman bencana. Sudah seharusnya mitigasi bencana harus disiapkan sejak awal.

Belajar dari pengalaman bencana gempa bumi dan tsunami Lombok dan Palu, NYIA harus mengantisipasinya. Bandara di Lombok dan Palu juga terdampak gempa, mengalami kerusakan dengan kerugian Rp 13,8 triliun.

“Posisi runway NYIA cukup tinggi, sekitar 6,9 meter dari permukaan air laut. Apron ketinggiannya sembilan meter. Pada sisi selatan runway dibangun penahan empasan gelombang jika terjadi tsunami,” kata Sigit.

“NYIA harus ada skema transportasi terhubung dengan Kota Jogja,” harapnya.

Direktur Utama AP I, Faik Fahmi mengungkapkan, pembangunan NYIA diharapkan sesuai target pemerintah. “Kami kebut (pembangunan NYIA), sudah ada 2.000 pekerja di lapangan. November 2018 akan tambah menjadi 6.000 pekerja,” kata Faik. (tom/iwa/by/mo2)