Jadi Kekuatan Daya Tarik Wisata Religi

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) sejumlah kegiatan telah digelar di kawasan Pondok Pesantren Krapyak Panggungharjo, Sewon, Bantul. Antara lain Festival Santri dan Festival Panggung Krapyak yang berlangsung pada 10-12 Oktober 2018.

Khusus Festival Panggung Krapyak diadakan pada Kamis (11/10) malam. Acara dimulai pukul 19.00 hingga selesai. Ada panggung hiburan dan dakwah menggunakan Panggung Krapyak sebagai latar dan ikonnya.

Festival Panggung Krapyak dibuka Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta. Saat memberikan sambutan Aris mengapresiasi penyelenggaran festival tersebut.  “Festival ini menjadi kekuatan daya tarik wisata. Terutama wisata religi di DIY,” kata Aris.

Antusiasme para santri terlihat. Mereka mengikuti acara dari awal hingga selesai. Ada pertunjukan video mapping perjalanan santri di Yogyakarta. Itu dimulai dengan periode pertama peran santri. Tepatnya pada 1825-1830  saat perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah. Fase ini sebagai kelahiran perjuangan Islam berbasis santri. Kedua,  periode perjuangan KH Hasyim Asy’ari hingga lahirnya Resolusi Jihad yang menjadi tonggak peringatan hari santri  22 Oktober 1945.

DAYA TARIK WISATA: Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta memberikan sambutan. Ada kolaborasi HSN dengan promosi pariwisata. Para santri mengikuti semua rangkaian acara. Mereka duduk lesehan di depan Panggung Krapyak yang menjadi ikon festival.
(PEMERINTAH DESA PANGGUNGHARJO FOR RADAR JOGJA)

Lalu ada musik Rekasa (Republik Kasih Sayang), wayang Pulau Indonesia dan wayang Suket. Malam itu juga digelar sarasehan dengan narasumber wakil ketua PWNU DIY yang juga Pengasuh Ponpes Kali Opak Jadul Maula, Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi dan Dr Aris Wahyudi.

Terpisah Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY Wardoyo menyambut baik adanya kolaborasi kegiatan HSN dengan instansinya. “Festival Panggung Krapyak  mengandung berbagai nilai sejarah bagi perjalanan bangsa,”  ujar Wardoyo. (kus/er/mo2)