• Ada Delapan Poin Yang Harus Diperbaiki

BANTUL- Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Bantul dapat mempertahankan Sertifikat ISO 9001:2015 yang diperoleh tahun lalu. Kendati begitu, masih ada delapan poin yang harus segera diperbaikan. “Pelayanannya sudah baik. Tapi lebih baik lagi catatan kami ditindaklanjuti,” ungkap Dwiyanti Hadiyati salah satu tim audit ISO Intergrated Asessment Service (IAS) ketika menyampaikan evaluasinya di Gedung Disdukcapil Bantul Jumat (26/10).

Menurutnya, sertifikasi ini tidak didapatkan secara instan. Sebab harus melalui serangkaian proses yang cukup panjang. Tapi dari sekadar mendapat sertifikat, sesuatu yang lebih berat menanti di depan. “Tugas mempertahankan itu lebih susah daripada mendapatkannya,” jelasnya.

Ini lantaran ada berbagai rangkaian yang harus dilewati. Yaitu penerapan ISO akan dipantau penerapannya setiap tahun. Ketika penerapannya tidak berjalan sesuai yang diharapkan, ISO bisa saja dicabut. “Karena itu harus ada dukungan penuh dari Pemda Bantul,” kata Dwiyanti.

Salah satu dukungan paling riil yang bisa dilakukan pemda, adalah membantu lewat anggaran. Karena penerapan ISO ini tidak mudah. Butuh dana yang tidak sedikit untuk pengalokasiannya. Selain itu harus ada dukungan guna menambah SDM.

“Mobilitasnya cukup bagus, jumlah karyawannya sudah mencapai 93 orang,” katanya.

Kendati begitu, jumlah itu menurutnya masih jauh dari ideal. Ini lantaran umlah SDM berbanding terbalik dengan jumlah penduduk di Bantul yang harus dilayani. Pembangunan infrastrukturnya juga harus didukung penuh. “Anggaran paling menentukan penerapan ISO selanjutnya. Kalau anggaran tidak jalan bisa berefek pada penjalanan ISO,” jelasnya.

Tak kalah penting untuk diperhatikan yaitu memperpanjang sertifikat ISO tepat waktu. Jika perpanjangan sertifikat tidak dilakukan, Disdukcapil tak bisa lagi mengajukan perpanjangan. Jadi, harus melakukan audit kembali secara keseluruhan. Karena sertifikat sebelumnya sudah tidak valid. “Biayanya juga akan berbeda dengan perpanjangan,” tegasnya.

Kepala Disdukcapil Bantul Bambang Purwadi mengatakan, enurutnya mempertahankan sertifikat ISO butuh perjuangan yang tidak ringan. Dengan rekomendasi kepemilikan sertifikat ISO, bisa memicu dan memacu pihaknya untuk bekerja lebih baik lagi. “ISO garansi memastikan layanan stabil kualitas. Saya mohon dukungannya terus. Agar kualitas SDM lebih profesional,” tegasnya.

Bambang menyatakan sertifikat ISO ini akan meningkatkan kualitas pelayanan secara cepat dan baik. Juga bisa menjangkau lapisan masyarakat dengan mudah dan murah. Karena sekarang sudah tidak berbiaya. “Kekurangannya tidak fatal. Hanya buuh penambahan data pada beberapa data observasi,” tegasnya.

Bupati Bantul Suharsono menegaskan terus mendukung seluruh dinas yang menyediakan pelayanan masyarakat untuk mendapatkan ISO. Jadi tidak berhenti pada Disdukcapil saja. Dia berharap tim audit bisa memberikan penilaian secara fair. “Sudah kami fasilitasi penambahan mobil untuk penjemputan layanan kepada warga disabilitas,’’ tegasnya. (ega/din/er/mo2)