KEGIATAN Pelatihan Mahasiswa Kader Bangsa Tingkat Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah diikuti 108 peserta berasal dari 11 provinsi di Indonesia, yakni DIJ, Jateng, Jatim, Jabar, DKI Jakarta, Kalsel, Kaltim, Sulsel, DI Aceh, Sulteng, Bangka Belitung. Para pembicara dan pemateri dalam kegiatan tersebut, beberapa doktor dari dalam dan luar negeri.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. H. Dedi Pramono, M.Hum mengatakan, kegiatan yang pertama kalinya diadakan di perguruan tinggi Muhammadiyah ini, diharapkan menjadi kegiatan rutin tahunan. ”Dengan kegiatan ini, para mahasiswa diarahkan memiliki produktivitas dan prestasi,” ungkapnya.

Selama tiga hari, peserta bermalam di lokasi, dan dibentuk dengan suasana pedesaan agar belajar hidup prihatin. Mereka makan dengan gaya desa, namun dididik dengan pemikiran global. ”Berpikir global, namun dapat memahami kondisi lokal. Kami betul-betul bersama berlatih, bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah,” tandasnya.

Penyadaran seperti itu, perlu terus dilakukan. Sebab, terkadang jika disebut berasal dari Indonesia, malu. Karena sejak zaman Belanda, sudah dicekoki dengan rasa inferioritas. Dalam sastra kolonial Belanda, kata Dedi, yang berasal dari fakultas ilmu budaya, memandang bangsa Indonesia bodoh, malas, dan banyak omong. ”Konsep itu dibentuk dan akhirnya merasa inferior, memandang orang luar superior,” bebernya.

Generasi muda, lanjutnya, perlu memiliki kebanggaan terhadap ke-Indonesia-an, namun juga tidak perlu sombong dan jemawa. ”Tetap rendah hati dan selalu mawas diri. Yakni berpikir global, namun berakar pada kearifan lokal,” tegasnya.

Dari pelatihan ini, diharapkan memunculkan kesadaran peserta, khususnya mahasiswa bahwa mereka memiliki bangsa yang besar: Indonesia. ”Lingkup yang kecil, kami kenalkan dengan problematika sekolah Al Manar, apa yang harus dilakukan. Hal yang kecil membereskan masalah yang riil. Tidak perlu langsung yang besar. Dimulai dengan mengenali lingkunganya. Mudah-mudahan ada kreativitas untuk menyelesaikan hal yang besar di masa mendatang,” harapnya. (*/riz/jko/rg)

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA