Tes CAT CPNS di Grha Wanabaktiyasa Ditunda

JOGJA – Nia Purnia tak sanggup menyembunyikan kekecewaannya. Siang itu juga perempuan 35 tahun ini harus pulang kembali ke rumahnya di Tangerang. Tanpa membawa hasil apa pun. Padahal, salah satu pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) ini baru tiba di Jogja kemarin pagi. Untuk mengikuti ujian computer assisted test (CAT) di Grha Wanabaktiyasa. Sebab, penerimaan CPNS dengan CAT yang sedianya dimulai kemarin harus ditunda. Tanpa pemberitahuan sebelumnya.

”Kecewa sih, tapi mau gimana lagi,” keluh pelamar keguruan di Kabupaten Sleman ini.

Di usianya yang telah menginjak 35 tahun, CPNS 2018 merupakan kesempatan terakhir bagi Nia. Dia berharap Badan Kepegawaian Nasional Regional 1 Jogjakarta dan Badan Kepegawaian Daerah DIJ dapat segera mengumumkan jadwal pengganti.

Seperti Nia, Alina Listyani Prayogo juga harus menanggung kekecewaan. Perempuan 23 tahun ini datang dari Jakarta bersama suaminya yang sama-sama mengikuti ujian CAT. Selain telah merogoh kocek hingga Rp 1 juta untuk membayar tiket perjalanan, Alina dan suaminya telanjur mengambil cuti.

”Kalau (panitia) belum siap kenapa sudah diumumkan,” kritik pelamar di Badan Lingkungan Hidup DIJ ini.

Total, ada 3.500 pendaftar CPNS yang harus balik kanan sebelum ”berperang”. Seluruhnya pendaftar CPNS yang mengikuti pelaksanaan CAT di Grha Wanabaktiyasa. Mereka terbagi dalam lima sesi. Tiga sesi di antaranya digelar kemarin. Dua sesi lainnya hari ini. Setiap sesi diikuti 450 peserta.

Mundurnya pelaksanaan CAT ini akibat belum siapnya perangkat komputer. Dari total 450 unit komputer/laptop yang dibutuhkan, hingga kemarin siang baru tersedia 240 unit.

Di sela memantau pelaksanaan ujian CAT, Sekprov DIJ Gatot Saptadi memastikan penundaan hanya bagi peserta di Grha Wanabaktiyasa. Sedangkan pelaksanaan di BKN Regional 1 Jogjakarta dapat berjalan tepat waktu. Begitu pula dengan pelaksanaan CAT bagi peserta yang mendapat jadwal Senin (29/10) pekan depan. Tetap sesuai jadwal. Kendati begitu, Gatot tetap menyesalkan penundaan ini.

Menurutnya, pemprov dan BKD sepakat menunggu surat keputusan dari BKN pusat terkait jadwal terbaru. Toh, jadwal pelaksanaan CAT dimulai pada 26 Oktober ditentukan BKN pusat.

”Untuk 3.500 peserta, saya mohon maaf, dengan terpaksa dialihkan di sesi terakhir. Ini di luar kemampuan kami,” tutur Gatot menyebut bahwa ujian CAT pengganti bagi peserta yang mengalami penundaan digelar setelah 3 November. Alias setelah pelaksanaan CAT selesai.

Apa penyebab perangkat komputer/laptop belum komplet? Gatot menyebut vendor CAT di Grha Wanabaktiyasa dari Jakarta. Berbeda dengan vendor pelaksanaan CAT di BKN, berasal dari Jogjakarta. Namun, Gatot mencatat, penundaan tidak hanya terjadi di DIJ. Beberapa kota lain juga mengalami hal serupa. Seperti Semarang dan Magelang.

”Di Semarang justru alatnya dari 1.000 baru 150 unit yang datang,” sebutnya.

Superadmin BKN Regional 1 Jogjakarta Vivid Sudiarto menegaskan tanggung jawab sepenuhnya di tangan BKN pusat. Sebab, pihaknya hanya sebagai pelaksana lapangan dan menerima perangkat.

Terkait belum siapnya peralatan, Vivid mengungkapkan, sudah terlihat kemarin pagi. Tim teknis sudah bersiap sejak Rabu (24/10). Perangkat komputer baru tiba pukul 03.00 kemarin dini hari.

”Kami selalu koordinasi. Pusat bilang (laptop/komputer) dalam pengiriman. Tapi saya juga nggak tahu pengiriman seperti apa,” keluh Vivid mengkritik mepetnya koordinasi antara BKN pusat dan pihak terkait.

Pada bagian lain, Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja Ary Irawan mengatakan, ada penambahan jumlah pendaftar CPNS yang berhak mengikuti tahapan berikutnya. Sebanyak 64 pelamar yang semula dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), belakangan dianggap memenuhi syarat (MS). Dengan begitu, jumlah pendaftar CPNS untuk berbagai formasi di Pemkot Jogja menjadi 6.660.

”Semula 6.596 peserta,” sebutnya.

Bertambahnya jumlah ini lantaran banyaknya calon pendaftar yang komplain. Mereka mengeluh telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, tapi tetap dinyatakan TMS. Menurut Ary, BKPP lantas konsultasi ke BKN pusat. Hasilnya, BKN mempersilakan BKPP untuk melakukan verifikasi ulang.

”Kami lalu membuka kembali pendaftaran online dan memperbolehkan 64 peserta mendapatkan kartu ujian seleksi kompetensi dasar (SKD),” tuturnya.

Disinggung mengenai status 64 peserta baru, Ary memastikan mereka bukan pendaftar baru. Data mereka dapat dilihat di situs https://sscn.bkn.go.id/. Kesalahan akibat tim verifikator kurang cermat berkas. (tif/cr5/zam/fj/mo2)