SLEMAN – PSS Sleman mengusung misi mencuri poin saat bertemu salah satu favorit juara di delapan besar Liga 2 Indonesia, Persita Tanggerang di Stadion Benteng Taruna Jumat sore (26/10). Raihan poin akan menjadi modal penting bagi skuad Super Elang Jawa. Sebab, mereka harus menjalani dua laga away secara berurutan.

Ya, sejatinya Christian Gonzales dkk menjalani laga perdana delapan besar di rumah sendiri Stadion Maguwoharjo. Namun, manajemen PSS Sleman memilih bertukar jadwal, dikarenakan di hari yang sama Stadion Maguwoharjo digunakan untuk acara lain.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengatakan poin di laga perdana menjadi modal penting untuk menghadapi laga tandang berikutnya. Apalagi, setelah melawat ke Benteng Taruna, Super Elja masih akan terbang ke provinsi paling utara Indonesia, untuk bertemu Laskar Rencong-julukan Persiraja Banda Aceh, di Stadion Haji Dirmuthala, Aceh. ”Target kami jangan sampai kalah. Tetap anak-anak kami minta untuk bisa memenuhi target maksimal mencuri poin penuh,” kata Seto Kamis (25/10).

Namun, untuk bisa mencuri poin dari Laskar Cisadane- julukan Persita Tangerang bukanlah perkara mudah. Sebab, Egi Melgiansyah dkk punya semangat tinggi untuk membelas kekalahan di Laga ISC B 2016 lalu. Laskar Cisadane, harus tersingkir dari babak 16 besar setelah kalah dengan aggreat 1-0 dari Super Elang Jawa.

PSS Sleman pun harus siap menghadapi tekanan dari ribuan Benteng Viola di Stadion Benteng Taruna. Mental para pemain PSS Sleman akan diuji untuk bisa mengawali laga perdana dengan raihan kemenangan.

Super Elang Jawa pun harus mewaspadai permainan dari anak asuh Wiganda Saputra. Komposisi merata yang dimiliki, membuat Persita Tanggerang tidak bergantung pada satu pemain saja. Keberadaan pemain timnas SEA Games 2011, Egi Meligiansyah pun patut diwaspadai.”Pengalaman Egi sebagai pemain timnas tentu menguntungkan bagi Persita. Lini tengah mereka cukup bagus,” kata Seto.

Belum lagi, keberadaan Candra Waskito dan Diego Banowo yang memiliki ketajaman di kotak penalti. Seto paham benar kualitas dari Candra yang pernah memperkuat PSS Sleman. ”Candra striker yang bagus. Kami harus antisipasi pergerakannya,” jelasnya.

PSS Sleman sendiri cukup berani membawa keenam pemain anyarnya dan meninggalkan pemain inti lainnya, termasuk Rifal Lastori. Namun, diprediksi hanya barisan belakang saja yang akan diisi oleh pemain anyar. Sementara Busari, Rossy Noprihanis, dan Qischill besar kemungkinan akan merumput dari bench.

Absennya Arie Sandy, akibat cedera akan digantikan oleh gelandang gaek Amarzukih. Di lini tengah, setelah upaya memproyeksikan Hendika Arga gagal karena yang bersangkutan mengundurkan diri, Seto akan kembali membuat tandem Ichsan Pratama dan Dave Mustaine di lini tengah PSS.

Sedangkan Slamet Budiono dan Rangga Muslim akan diplot untuk banyak bergerak di daerah flank, guna memberikan umpan-umpan matang kepada attacente, El Loco.

Pelatih Persita Tanggerang Wiganda Saputra menuntut kepada pemainnya untuk bermain cepat dalam menghadapi PSS Sleman. Poin penuh menjadi target yang harus dicapai oleh anak asuhnya. ”Mereka (PSS, Red) punya pengalaman bermain. Kami akan atasi dengan permainan cepat,” jelasnya.
Pelatih yang akrab disapa Gandul mengaku cukup puas dengan progres adaptasi pemain anyarnya. ”Terutama Hari Habrian. Dia sudah bisa menyesuaikan dengan gaya main cepat kami,” jelasnya. (bhn/din/by/mo1)

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

Kans Lolos Sama Besar

Laga delapan besar Liga 2 Indonesia telah bergulir. Grup B disebut-sebut sebagai grup terpanas. Sebab dihuni empat tim yang memiliki ambisi lolos ke semifinal Liga 2 Indonesia.

Ya, klub asal DIJ, PSS Sleman akan mendapat saingan dari Persiraja Banda Aceh, Persita Tanggerang, dan Madura FC. Ketiga tim tersebut bakal menjadi batu sandungan bagi Christian Gonzales dkk untuk bisa memuluskan jalan ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Skuad istimewa milik PSS Sleman pun bukan jaminan untuk menyapu bersih semua laga. Berdasarkan catatan Liga 2 wilaya Timur, catatan kekalahan PSS Sleman justru lebih banyak dibanding PSIM Jogja dengan tujuh kekalahan.
Catatan buruk atas Madura FC pun harus diantisipasi oleh PSS Sleman. Dalam pertemuan babak grup wilayah timur Super Elang Jawa tak pernah menang atas Laskar Jokotole.

Sedangkan momen menyingkirkan Persita Tanggerang di ISC B 2016 juga menjadi modal penting. Ketika itu, PSS Sleman menyingkirkan Laskar Cisadane dengan aggreat 1-0. Kemenangan 1-0 melalilui kaki Candra Waskito di pertemuan pertama di Stadion Maguwoharjo gagal di balas oleh Persita. Di pertemuan ke dua, kedua tim bermain dengan skor kacamata.

Sedangkan melawan Persiraja Banda Aceh, PSS Sleman wajib mengantisipasi kelelahan fisik bermain di provinsi paling utara itu. Belum lagi, Persiraja menjadi salah satu tim yang sulit ditaklukkan saat bermain di Stadion Dimurthala Banda Aceh. ”Persaingan grup kami sangat ketat, dan masing-masing tim memliki peluang untuk lolos ke babak selanjutnya,” jelas Pelatih PSS Sleman Seto Nudiyantara.

Begitu pula dengan pelatih Madura FC, Salahudin. Menurutnya, persaingan empat tim angat sangat keras. Kemenangan atas PSS Sleman di dua laga, tidak akan banyak berarti saat menghadapi babak delapan besar.”PSS melakukan perombakan besar-besaran. Begitu juga dengan Persita dan Persiraja,” jelasnya.
Sedangkan allenatore Persita Tanggerang, Wiganda Saputra pun menilai kans lolos ke babak delapan besar memliki peluang yang sama. oleh karenanya, dia meminta kepada timnya untuk menyapu bersih setiap laga kandang dan meminimalisir kehilangan poin saat berlaga di partai away. (bhn/din/by/mo1)