SLEMAN – Pada 2 November mendatang untuk pertama kalinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Sleman merayakan hari jadi dengan status baru. Menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada. Menyusul disahkannya peraturan daerah tentang PUDAM Kabupten Sleman pada 24 September lalu.

Mengawali rangkaian hari jadi ke-26/2018 Direktur PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata SE MM ingin mengajak masyarakat Sleman membudayakan hidup bersih dan sehat. Mengambil tema “Mari Hidup Sehat Bersama Kita.”

Donor darah menjadi salah satu rangkaian hari jadi. Digelar di aula kantor PUDAM Tirta Sembada, Kamis (25/10). “Target kami 100 orang pendonor,” ujar Dwi, Kamis (25/10).

Dikatakan, aksi donor darah sejalan dengan tema hari jadi PUDAM Tirta Sembada. Intinya mengajak masyarakat hidup sehat. Sekaligus sebagai bentuk kepedulian bagi seseorang yang membutuhkan darah untuk perawatan kesehatan. “Karena pada dasarnya setiap orang saling membutuhkan. Supaya hidup bermanfaat bagi orang lain, maka kita harus sehat,” tuturnya.

Adapun peserta donor darah adalah karyawan-karyawati instansi di lingkungan Pemkab Sleman. Pelaksanaannya menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sleman.

Selain donor darah, kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan beasiswa bagi anak-anak panti asuhan, tanam pohon di kawasan konservasi air, dan kunjungan ke rumah-rumah mantan pegawai PDAM Sleman. Puncaknya gerak jalan sehat pada Sabtu (3/11) mendatang.

Hari jadi PUDAM Tirta Sembada kali ini sengeja dikemas sederhana. Itu lantaran jajaran perusahaan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Sleman ini memiliki misi penting. Untuk dituntaskan pada 2019. Yakni program pemasangan jaringan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini menyita waktu dan menyerap banyak tenaga kerja di lapangan.

Demi optimalisasi waktu dan target, sebagian besar pegawai PUDAM Tirta Sembada dikerahkan untuk optimalisasi program sambungan MBR. Karena beberapa daerah masih ada yang membutuhkan jaringan pipa eksisting baru. “Target kami tahun ini bisa menjaring seribu MBR. Pemasangan jaringan dilakukan 2019,” ucapnya.

Dwi menjelaskan, pemasangan jaringan MBR butuh waktu cukup lama. Karena setiap data calon pelanggan harus diserahkan ke pusat untuk diverifikasi. Hal ini menjadi domain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (*/yog/by/mo1)