JOGJA – Sudah puluhan orang yang meninggal karena menenggak minuman berlakohol (mihol) oplosan belum membuat jera. Di Kota Jogja kembali jatuh korban meninggal sia-sia setelah minum mihol oplosan.

Kali ini menimpa warga Mantrijeron. Korban yang berinisial SM (Slamet) (42) itu sebelumnya sempat mendapat perawatan medis sebelum akhirnya nyawanya tak tertolong.Kapolsek Mantrijeron Kompol Eko Basunando menuturkan kejadian ini berawal dari korban dan dua temannya berinisial DT (Dito) dan MM (Memet) setelah melakukan pesta mihol oplosan.

Dari penuturan Kompol Eko,korban Dito menceritakan SM mengajak DT dan MM untuk pesta minuman keras pada hari Sabtu (20/10) dengan menyuruh DT untuk membeli frestea sebagai bahan campuran. Setelah DT membawa barang pesanan SM kemudian ketiganya meminum campuran minuman alkohol dan frestea ini secara bergantian.

“Ada kemungkinan campuran dan alkohol juga dicampur bahan lain yang tak lazim, sehingga menyebabkan meninggal dunia,” ujar kompol Eko.

Hingga senin, DT masih mengeluhkan pusing dan lambung yang sakit mendapat kondisi ini kemudian dirinya pergi ke dokter, setelah mendapat perawatan kemudian diizinkan untuk pulang. Hal serupa juga dialami oleh MM dan berhasil selamat.

Namun nasib baik tak berpihak pada SM. Kedaaan SM semakin memburuk dan meminta ibunya untuk mengeroki dirinya karena sesak nafas.

Bukannya tambah membaik kedaan SM justru semakin memburuk, melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, Ibu korban meminta pertolongan para tetangga sekitarnya untuk membawa korban ke RS Wirosaban. Sayangnya setelah mendapat perawatan, pada Selasa siang (23/10) sekitar pukul 14.00 korban tak selamat dan dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini Polsek Mantrirejon sedang menyelidiki kasus ini dengan menyisir lokasi-lokasi tempat berjualan bahan roti maupun informasi penjual mihol di wilayah Mantrijeron.

Kompol Eko juga mengungkapkan penyebaran minuman ini tergolong memakai sistem kenalan. Seperti penjual mihol hanya melayani pembeli yang sudah akrab saja.

Alasan harga yang cukup terjangkau menjadi alasan para peminum mihol ini memilih minuman jenis oplosan. Serta perilaku peminum yang ingin mendapat efek mabuk lebih tinggi dengan mencampur bahan lain seperti obat nyamuk oles menjadi resiko kematian menjadi lebih tinggi.

“Apalagi banyak kasus miras yang dicampur dengan obat anti serangga, ada kemungkinan campuran seperti inilah yang membunuh korban,” jelasnya. (cr5/pra/er/mo1)