Gandeng Pemerintah Desa, Gagas Program Pulsa Daerah

KULONPROGO – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), belanja pulsa (data internet) warga Kulonprogo pada 2010 mencapai Rp 45 Miliar. Lalu pada 2013 menjadi Rp 49 miliar. Sedangkan pada 2017 melonjak menjadi Rp 74 miliar.

Meskipun di Kulonprogo ada empat kecamatan yang mengalami blankspot (sulit sinyal internet), belanja pulsa dinilai terlalu besar. Belanja pulsa internet dinilai boros oleh pemerintah setempat.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan belanja pulsa internet warga Kulonprogo tersebut terlalu tinggi. Data di Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ menyebutkan belanja pulsa internet warga Kulonprogo setiap tahun terus meningkat.

Belanja pulsa internet yang mencapai Rp 74 miliar tersebut tidak dinikmati warga Kulonprogo. Pemkab Kulonprogo berupaya menggandeng pemerintah desa (pemdes) untuk menggagas pulsa desa.

Beberapa desa di Kulonprogo telah menguasai teknologi yang bisa menjalankan terobosan tersebut. “Bukan hal yang mustahil, desa bisa mendirikan tower telekomunikasi sendiri,” kata Hasto.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulonprogo, Hari Darmawan mengatakan, masih banyak wilayah di Kulonprogo belum bisa mengakses internet. Empat kecamatan blankspot tersebut Samigaluh, Galur, Kalibawang dan Nanggulan.

Pihaknya terus berupaya agar provider bersedia membuka akses internet di kawasan tersebut dengan mendirikan tower. Para provider juga diarahkan untuk memperbesar kapasitas internet di seputaran bandara.
“Adanya bandara dan pembukaan jalur wisata akan meningkatkan traffic data internet. (tom/iwa/rg/mo2)