Jadi Calon Tunggal,

Terpilih Aklamasi

MAGELANG – Hingga acara pemilihan, hanya nama Tino Indra Wardono yang muncul sebagai kandidat ketua dalam Musda XIV KNPI Jawa Tengah 2018 di Hotel Atria Kota Magelang, Selasa (23/10) malam.

Pria yang dua kali menjabat bendahara DPD KNPI Jateng ini akhirnya terpilih secara aklamasi. Tino yang juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu mendapat 80 surat rekomendasi dari  52 Organisasi Kepemudaan (OKP) tingkat Jawa Tengah dan 28 DPD KNPI tingkat kota/kabupaten.

“Dengan ini kami nyatakan dan tetapkan Bung Tino Indra Wardono menjadi ketua KNPI Jateng periode 2018-2021,” kata Ketua Presidium Sidang Siswanto sembari mengetuk palu tiga kali.

Setelah menetapkan ketua terpilih, presidium sidang juga menetapkan tim formatur yang berjumlah sembilan orang. Mereka adalah Siswanto (utusan DPP KNPI), Tino Indra Wardono (ketua terpilih), Bintang Yudha Daneswara (ketua demisioner), Novita Wijayanti (Ketua MPI Jateng) dan Reza Fajar Budiono (DPD KNPI Kota Magelang). Kemudian Ali Fauzan (DPD KNPI Brebes), Solkhah Mufrikhah (PW Fatayat NU Jawa Tengah), Sahal Munir (Badko HMI Jateng-DIJ) dan Sugeng Hadiyanto (Taruna Merah Putih Jawa Tengah).

“Ke-9 orang ini diberi waktu selama 30 hari untuk menyusun kepengurusan tiga tahun mendatang,” tutur Siswanto.

Ketua KNPI Jateng terpilih Tino Indra Wardono di hadapan ratusan peserta sidang mengaku siap membawa KNPI ke depan lebih baik lagi. “Terima kasih atas kepercayaan teman-teman semua. Saya bertekad akan memaksimalkan potensi dan jaringan KNPI untuk kejayaan pemuda Jawa Tengah. Mohon dukungan bung-bung dan mbak-mbak semua,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP KNPI M Rifai Darus mengapresiasi gelaran musda yang berjalan lancar, aman, dan tertib. Apalagi Jawa Tengah menjadi pelopor penerapan UU Kepemudaan, yang diharapkan bisa dicontoh oleh pengurus daerah lain.

Mengingat saat ini tengah dipersiapkan agenda Kongres DPP KNPI sebagai ajang konsolidasi kepemudaan tingkat nasional. “Kami bertekad ingin menjadikan organisasi KNPI ke depan, menjadi organisasi tertib, rapi dan sehat,” ujarnya. (dem/laz/rg/mo2)