Verifikasi Data Calon Penerima Sudah Final

KULONPROGO – Petani penggarap lahan Pakualamanaat Grond (PAG) terdampak proyek bandara di Kulonprogo bisa bernapas lega. Dana tali asih Rp 25 miliar dipastikan segera cair. Menyusul rampungnya proses verifikasi data nominatif calon penerima dana tali asih yang tersebar di empat desa terdampak. Yakni Sindutan, Palihan, Jangkaran, dan Glagah.

Dana tersebut sebagai kompensasi atas lahan seluas 160,3 hektare yang tergusur proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA).

“Hari ini (kemarin) jadwal terakhir pengumpulan data hasil verifikasi dari pemerintah desa maupun paguyuban penggarap lahan PAG,” ujar Kepala Seksi Inventarisasi dan Identifikasi Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kulonprogo Elda Triwahyuni Rabu (24/10).

Ada sedikit perubahan data nominatif dari sebelum verifikasi. Di Desa Sindutan, misalnya. Sebelum verifikasi tercatat ada 71 calon penerima tali asih. Setelah diverifikasi ulang ternyata hanya 69 orang. Sedangkan di Palihan, dari 177 orang menjadi 182. Penambahan jumlah calon penerima tali asih juga terjadi di Jangkaran. Dari 119 orang menjadi 121. Sementara di Glagah tetap, yakni 109 orang.

Perbedaan data di Desa Sindutan lebih pada administratif. Hasil verifikasi menunjukkan ada dua nama yang sama terdaftar dua kali. Sedangkan adanya penambahan calon penerima tali asih di Jangkaran dan Palihan sesuai usulan pemerintah desa dan paguyuban penggarap lahan PAG.

Berkas data Desa Sindutan dan Palihan diserahkan langsung oleh setiap kepala desa masing-masing. Lengkap dengan tanda tangan kepala desa terkait dan ketua paguyuban penggarap lahan setempat. Sedangkan data Desa Jangkaran dan Glagah dikirimkan lewat surat elektronik (surel). Meski dikirim via surel, Elga menilai, data yang dikirim oleh Pemerintah Desa Jangkaran dan Glagah tetap sah. Secara substansial. “Sekarang data nominatif sudah fix. Sehingga bisa ditindaklanjuti ke tahapan berikutnya,” ungkap Elga.

Dia berharap, data by name calon penerima tali asih diumumkan pekan depan. Berikut luas lahan dan nominal uang yang menjadi hak warga penggarap PAG terdampak NYIA.

Adapun teknis pencairan dana tali asih akan dilakukan Pemkab Kulonprogo. Secara proporsional. Berdasarkan data final setiap desa. Uang akan ditransfer lewat bank. Ke rekening masing-masing penerimanya.

Kepala Desa Palihan Kalisa Paraharyana menyatakan siap memproses pembagian tali asih. Sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku. “Kami siap. Demi kepentingan pelayanan dan masyarakat,” ujarnya.

Kalisa mengklaim, sejauh ini tidak ada gejolak warga yang mempersoalkan dana tali asih. Baik soal nilai maupun mekanisme pencairannya.

Sebagaimana diketahui, mekanisme terbaik pembagian tali asih didasarkan luas lahan garapan setiap petani. Nilainya dihitung per meter.

Mekanismenya, total luasan lahan di tiap desa dibagi per meter. Perhitungan ini sebagai dasar pembagi total dana tali asih. Sehingga diketahui alokasi dana yang akan diterima setiap desa. Kemudian baru dibagi lagi kepada setiap petani penggarap PAG di masing-masing desa terdampak NYIA. “Ini sudah jadi kesepakatan awal warga saat proses pengukuran,” katanya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berharap pembagian tali asih harus mengedepankan semangat kepedulian sosial antarwarga. Tanpa ada pihak yang bertindak menang sendiri. “Uang itu pengarem-arem (hadiah pemberian) dari Paku Alam untuk warga penggarap lahannya,” ingatnya. Atas dasar itulah Hasto mengimbau pembagian dana tali asih sitik iding (sama rata). (tom/yog/fj/mo2)