Polres Purworejo segera ditinggalkan kapolresnya, AKBP Teguh Tri Prasetya. Ia segera mendapat posisi baru sebagai Kasi Dik Pen Kasubdit Dikyasa Kamsel Korlantas Mabes Polri di Jakarta.

BUDI AGUNG, Purworejo

Belum disebutkan nama pengganti Teguh dan waktu serah terima jabatan. Soal segera digantinya Teguh ini disampaikannya sendiri kepada wartawan yang bertugas di Purworejo dalam kegiatan “Gendu-Gendu Rasa” belum lama ini (16/10).

Teguh mengatakan kabar bakal digantinya ia dari jabatan kapolres Purworejo diterimanya Senin (15/10) malam melalui telegram. “Belum tahu kapan ada waktu serah terima. Berdasarkan pengalaman saat saya mendapatkan tugas sebagai Kapolres Purworejo pada 9 September 2017, saya baru dilantik pada 2 Oktober 2017,” katanya.

Diungkapkan, selama menjalankan tugas di Purworejo ia merasa belum bisa memberikan apa-apa. Ibarat seorang anak yang baru lahir, usia setahun lebih sedikit barulah mulai berlatih berjalan.

“Ini (pergantian, Red) adalah hal wajar di lembaga yang saya jalani. Semoga yang sudah saya lakukan bisa memberikan warna di Purworejo,” tambah perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.

Teguh memaparkan selama memimpin Polres Purworejo, posisi di Polda Jawa Tengah tidak terlalu buruk. Meski belum bisa menjadi yang terbaik, setidaknya bisa membawa Polres Purworejo lebih baik. “Ada beberapa kegiatan fisik yang saya lakoni di sini. Semoga sebelum ada serah terima, ada bangunan yang bisa diresmikan. Dan sekarang juga ada proses pembangunan yakni pembangunan egarasi di mana bagian atasnya akan digunakan sebagai gudang sarpras dan Sabhara,” katanya.

Dengan media, Teguh mengaku selama ini hubungan yang dijalani sangat baik. Dia selalu berusaha menjaga komunikasi dan sebisa mungkin menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Lebih banyak dilakukan menggunakan pesan pendek, hubungan telepon langsung memang kerap terabaikan.

“Kalau telepon mungkin saya sedang tidak bisa mengangkat. Bahkan dengan istri pun saya kerap lupa telepon balik kalau dia menelpon dan tidak terjawab,” katanya berkelakar.

Tidak kalah penting, Teguh mengingatkan akan bahaya hoax yang berkembang saat ini. Wartawan diharapkan bisa menjadi peredam dan turut menangkal beredarnya kabar bohong itu dengan menyajikan berita yang akurat dan berimbang.

“Kepolisian tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan media. Makanya saya mengajak untuk bersama-sama bisa menangkal adanya berita bohong di masyarakat,” katanya.

Perwakilan wartawan, Nas Iman mengungkapkan, kepemimpinan Teguh Tri Prasetya di jajaran Polres Purworejo baik. Berbagai informasi yang dibutuhkan wartawan bisa dicukupi dan tidak ada hal yang ditutupi. “Nantinya kami harapkan penggantinya juga akan sama dan bisa saling melengkapi kebutuhan informasi kepada masyarakat,” kata Nas Iman. (laz/rg/mo2)