• FKUB Tolak Politisasi Tempat Ibadah

MAGELANG–Puluhan tokoh agama di Kota Magelang membuat deklarasi terkait  pelaksanaan Pemilu 2019. Mereka yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sepakat menolak politisasi tempat ibadah selama berlangsungnya proses Pileg dan Pilpres 2019. Hal ini guna terciptanya kondusivitas daerah selama gelaran pesta demokrasi tersebut.

Kesepakatan itu tertuang dalam deklarasi yang dibacakan Ketua FKUB Kota Magelang KH Mansur Siraj dalam acara Doa Bersama Polres Magelang Kota dengan Tokoh Lintas Agama di Gedung Wanita, kemarin (24/10). Pembacaan deklarasi diikuti seluruh peserta yang hadir. “Kami sangat mengapresiasi forum ini dengan tujuan terciptanya iklim kondusif,’’ kata Mansur.

Pria yang juga Ketua Baznas Kota Magelang ini mengungkapkan lima hal kondisi ideal yang dianjurkan kepada umat beragama. Kondisi pertama keimanan dan ketaqwaan umat yang semakin mantap. Kalau iman dan taqwa mantap, dijamin hati akan terasa damai. Kondisi ideal lainnya pengetahuan agama yang kuat, kerukunan umat beragama yang erat, berkembangnya akhlakul karimah. “Juga terciptanya peran serta umat beragama terhadap pembangunan bangsa,” jelasnya.

Mansur turut mengomentari kejadian pembakaran dugaan bendera atau kalimat tauhid yang dilakukan salah satu organisasi masa (Ormas) di Garut, Jawa Barat. Ia menilai, sebaiknya serahkan masalah ini ke aparat penegak hukum yang dinilai paling berwenang.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan didampingi Kabag Operasional, Kompol Srihatmo mengatakan, tahap kampanye Pileg dan Pilpres sudah dimulai 23 September lalu. Tahapan pun berlangsung sangat lama hingga 17 April 2019.

Di masa kampanye yang sangat panjang ini semua pihak diuji. Pileg dan Pilpres ini ujian bagi semua bagaimana bisa menjaga iklim yang sejuk dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. (dem/din/rg/mo2)