Dorong Musikus Tuliskan

Karyanya lewat Jurnal

SLEMAN – Jurusan Pendidikan Seni Musik (PSM), Fakultas Seni dan Bahasa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Internasional Conference on Music Education Community (Intercome) 2018. Ini sebagai salah satu upaya mendorong para musikus atau masyarakat yang bergelut di bidang musik untuk menuliskan karya maupun idenya lewat artikel dan jurnal.

Kegiatan yang dihadiri pembicara dan peserta dari berbagai negara ini, akan berlangsung dua hari di Ruang Sidang Rektorat UNY, 25-26 Oktober. “Konferensi internasional ini baru pertama kami gelar. Menariknya kami bekerjasama dengan publisher yang kredibel. Kami juga berhasil mengumpulkan tulisan dari 10 negara, seperti dari China, Vietnam, Ethiopia, Mali, Thailand, Philipina dan yang lainnya,” ungkap Ketua Panitia Kun Setyaning Astuti kepada wartawan Selasa (23/10).

Dikatakan, pada acara ini tercatat sudah 100 orang lebih yang mendaftar. Menurut Kun, sangatlah penting orang yang bergelut dalam bidang musik untuk membukukan karya mereka. Selama ini mereka cenderung sibuk bermain musik atau hanya terlibat dalam sehuah konser dan melupakan pentingnya pembukuan serta publikasi karya mereka. “Mungkin karena kami ini adalah orang praktisi. Jadi kalau sudah kuat dengan musik, cenderung tidak menuliskannya ke dalam jurnal maupun tulisan berupa buku dan sejenisnya,” tuturnya. Dia menambahkan, nantinya Intercome ini akan menjadi kegiatan rutin UNY selama dua tahun sekali.

Melalui konferensi ini, dia berharap agar masyarakat bisa memahami bahwa musik bukan hanya dapat dijadikan hiburan semata, namun dengan musik ide dan gagasan juga bisa muncul. Dengan demikian masyarakat bisa memanfaatkan musik untuk pengembangan pendidikan moral.

“Selama ini musik hanya dijadikan hiburan semata, padahal dari musik ini banyak hal positif yang bisa diambil. Misal, pernah saat mengajar seni budaya, ada anak-anak melukis dengan diiringi musik, lukisan mereka menjadi seperti musik yang mereka dengarkan. Artinya, musik ini selalu berkaitan dengan emosional dan moral pendengarnya,” paparnya.

Dalam kegiatan ini, President of International Society for Music Education Prof Lee Higgins Ph.D hadir sebagai pembicara kunci. Sebanyak 103 partisipan juga mempresentasikan paper mereka dalam konferensi itu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (*/ita/laz/er/mo2)