• Jadi Proyek Percontohan Perwakilan Negara Asean

PURWOREJO- Virgin coconut oil (VCO) dan gula kristal yang dikembangkan Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi di Cangkrep Kidul, Purworejo menarik perhatian sejumlah delegasi ASEAN Exchange Visit 2018, dari  Laos, Thailand, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Filipina, dan Malaysia.

Di luar itu, juga delegasi dari  Papua Nugine, Samoa, Tonga, Salomon, Fiji dan Timor Leste. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ASEAN Foundation melalui ASEAN Farmers Organization Support Programme (AFOSP) bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperative (ACEDAC).

Pelaksana Tugas Sekretaris Deputi Pertanian dan Perkebunan Kementrian Koperasi Usaha Kecil Menengah RI Victoria Boru Simanungkalit mengatakan, Purworejo dipilih karena dinilai sukses mengembangkan koperasi pertanian. Titik kunjungan yang dipilih bertujuan untuk menginspirasi kegiatan pemberdayaan petani dengan memromosikan kolaborasi lintas sektoral antara petani, pemerintah, sektor swasta, institusi keuangan, dan akademisi.

Sebelum turun ke lapangan, peserta telah diajak melakukan diskusi panel tentang tantangan dan peluang dalam mata rantai nilai kepala. Di situ diharapkan peserta akan semakin luas wawasannya tentang usaha pertanian kelapa serta pengembangan produk berbasis kelapa.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi Startegic Plan of Action untuk kerja sama ASEAN dalam koperasi pertanian periode 2016-2020. “Kami mendorong pengembangan industri kelapa dikelola dalam bentuk koperasi supaya ada skala ekonomi tercapai cost bisa diefisienkan dan juga daya tawar lebih kuat,” ujar Victoria.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengaku bangga wilayahnya menjadi salah satu fokus kegiatan tersebut. Dia berharap ke depan akan ada peningkatan dan ada kerja sama dari kunjungan tersebut. “Memang industri kelapa belum dikembangkan secara optimal. Tapi peluangnya untuk meningkatkan potensi di Kabupaten Purworejo,” kata Yuli.

Ketua Kopwan Srikandi Sri Susilowati mengatakan, prospek produk kelapa dan turunannya sangat bagus. Pihaknya saat ini bekerjasama dengan 2.750 petani kelapa dengan produksi rata-rata 100 ton gula kristal per bulan, 15 ton untuk minyak goreng dan VCO  2 ton.

Produk yang dihasilkan tersebut selama ini dipasarkannya ke berbagai daerah bahkan telah diekspor ke Cina, Jepang, dan Australia. (udi/din/rg/mo2)