PENGHARGAAN PROKLIM

MUNGKID – Dua desa di Kabupaten Magelang menjadi pendukung utama diperolehnya penghargaan Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Daerah tingkat nasional. Yakni Desa Wonogiri (Kecamatan Kajoran) dan Desa Tamanagung (Kecamatan Muntilan). Penghargaan dari Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini diterima langsung Bupati Zaenal Arifin di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta,  kemarin.

“Pemkab Magelang sangat mengapresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah berupaya melakukan pembinaan di Desa Wonogiri dan Desa Tamanagung terkait program Kampung Iklim ini, sehingga mendapat penghargaan,” kata Zaenal Arifin.

Bupati dua periode ini juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang juga dengan secara aktif ikut mensukseskan program itu. “Kami berharap hal ini juga dapat memotivasi desa-desa lainnya untuk juga ikut serta dalam melaksanakan program Kampung Iklim untuk mengatasi masalah pemanasan secara global tersebut,” tuturnya.

Untuk diketahui diraihnya penghargaan Proklim Daerah tingkat nasional itu merupakan upaya dan peran serta aktif Pemkab Magelang yang telah melakukan upaya-upaya pengendalian iklim. Juga peran serta masyarakat atas prakarsanya dalam melakukan pengendalian perubahan iklim dalam menciptakan kegiatan mitigasi dan adaptasi. Penghargaan diberikan  dalam rangka Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim (HAPPI) .

Menurut Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman, kegiatan itu dalam rangka mendorong masyarakat untuk turut secara aktif peduli dalam pengendalian perubahan iklim. KLHK selaku koordinator nasional telah berkomitmen untuk menahan laju pemanasan global melalui penandatanganan di dalam kesepakatan Paris Agreement.

Selain Kabupaten Magelang, ada 10 provinsi dan 41 kabupaten/kota yang menerima penghargaan Proklim. (dem/laz/rg/mo2)