BANTUL – Menjaga budaya menjadi tugas setiap generasi muda. Agar warisan nenek moyang tak lekang termakan zaman. Itulah semangat Festival Desa Budaya yang dipusatkan di Lapangan Triwidadi, Pajangan, Bantul, Rabu (24/10).

Bupati Bantul Suharsono menegaskan pentingnya melestarikan tradisi budaya adiluhung. Yang jika dikemas dengan apik, tentu bisa menumbuhkan kesadaran berbudaya. Yang pada akhirnya bisa menjadi potensi wisata. Demi mendongkrak roda perekonomian masyarakat.

”Semangat makarya mbangun desa (bekerja membangun desa). Bareng-bareng ndandani desane awake dewe (bersama-sama memperbaiki desa kita sendiri),” ajaknya.

Dalam kesempatan itu Suharsono mengingatkan bahwa budaya bukanlah tuntunan agama. Sehingga tak layak jika budaya dikait-kaitkan dengan ajaran budaya. “Itu sangat berbeda,” tuturnya.

Dikatakan, budaya adalah warisan nenek moyang. Yang merupakan bentuk ekspresi manusia. Bukan bentuk penyembahan kepada Tuhan. Karena itu Suharsono mengimbau masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan budaya. Untuk ditularkan potensinya kepada generasi muda. Lewat beragam acara. Festival Desa Budaya, salah satunya.

Festival Desa Budaya yang digelar kali ke lima diikuti 14 desa. Termasuk dua kampung percontohan dari dua kelurahan di Kota Jogja. Yakni Kampung Budaya Kelurahan Terban dan Kricak.

Sisanya 12 desa di Kabupaten Bantul. Antara lain: Selopamioro, Triwidadi, Sabdodadi, Panggungharjo, Gilangharjo, Trimurti, Dlingo, Seloharjo, Bangunharjo, Sabdodadi, Srigading, dan Sitimulyo.

Selain menampilkan kekayaan buda tiap desa, peserta unjuk gigi lewat atraksi seni dan kekayaan kuliner khas masing-masing.

Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) DIJ Singgih Raharjo mengungkapkan Festival Desa Budaya bukanlah hasil akhir keberhasilan desa wisata. Melainkan bagian dari sosialisasi Dinas Kebudayaan Bantul dan Disbudpar DIJ. Untuk memberi ruang berekspresi bagi masyarakat. Dalam bentuk aktivitas budaya dari masing-masing desa.

”Budaya harus bisa menjadi sarana diplomasi. Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dan menjadi daya tarik wisata,” tuturnya.

Panitia Festival Desa Budaya Mariyadi berharap acara tersebut bisa mengangkat nama Kabupaten Bantul ke kancah nasional. (cr6/yog/fj/mo2)