Riyantono Berharap Penggantinya Sosok Berintegritas

BANTUL – Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono sangat berharap sosok yang akan menggantikannya sebagai Sekda adalah orang yang tepat. Sosok yang tidak sekadar memiliki wawasan yang mumpuni. Lebih dari itu, juga berintegritas tinggi.

”Karena Sekda kan penggerak roda pemerintahan. Pemerintahan kota dan kabupaten akan bagus kalau kualitas sekdanya bagus,” jelas Tony, sapaan akrabnya, di ruang kerjanya Rabu (24/10).

Posisi jabatan Sekda Bantul bakal berganti. Menyusul pensiunnya Tony per 1 November nanti. Ada empat pejabat di lingkungan pemkab yang mendaftar dalam seleksi terbuka. Mereka adalah Assekda Pemerintahan Helmi Jamharis, Assekda Perekonomian dan Pembangunan Bambang Guritno, Inspektur Daerah Hermawan Setiaji, dan Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Pulung Haryadi.

Menurut Tony, ada sejumlah rangkaian dalam seleksi terbuka. Mulai seleksi administrasi, penulisan makalah, hingga wawancara. Khusus penulisan, setiap calon diminta menulis makalah dengan batasan tertentu. Yakni, minimal enam halaman dan maksimal sepuluh halaman. Materi makalah ini juga akan dipresentasikan sekaligus didiskusikan. Namun, hingga sekarang tema ujian tulis ini masih dirahasiakan panitia seleksi (pansel).

”Judul ditentukan mendadak. Itu untuk menjaga netralitas,” ucapnya.

Kendati ada sejumlah rangkaian yang ditetapkan, pejabat yang tinggal di Banguntapan ini memastikan, pansel juga bakal menelusuri rekam jejak prestasi setiap kandidat.

Pejabat yang juga tercata sebagai anggota pansel ini menilai, seluruh nilai masing-masing tes bakal ditotal. Namun, nama yang bakal diserahkan kepada bupati Bantul hanyalah tiga terbaik. Yang menarik, bupati boleh mengambil satu nama untuk diserahkan kepada gubernur DIJ untuk meminta persetujuan.

”Kalau nama tersebut disetujui, kemudian gubernur akan mengeluarkan SK. Nah, nama itulah yang kemudian akan menjadi Sekda Bantul,” tuturnya.

Secara terpisah, Bambang Guritno, salah satu pendaftar enggan berkomentar mengenai pencalonannya.

”Kurang etis kalau saya berkomentar saat ini. Karena seleksi masih berlangsung,” dalihnya. (ega/zam/zl/mo2)