• Kahadiran Tujuh Penggawa jelang Babak Delapan Besar

SLEMAN-Kehadiran tujuh penggawa anyar di skuad PSS Sleman menghadapi babak delapan besar membuat pelatih Seto Nurdiyatantara bisa menentukan sejumlah skema. Selain itu, PSS Sleman pun kini tak lagi bertumpu pada satu pemain saja.

Anggota baru skuad Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman yang direkrut merupakan pemain-pemain terbaik di masing-masing klub. Mereka adalah playmaker PSIM Jogja Hendika Arga, dua bek tengah eks Persis Solo Ikhwan Ciptady dan Asyaraq Gufron. Ada juga dua pemain asal Martapura FC Qischil Gandrum Minny dan Aditya Putra Dewa. Kemudian striker Persiba Balikpapan Rossy Noprihanis serta si anak hilang Busari eks Persibat Batang. Mereka adalah pemain-pemain yang bersinar di masing-masing klub selama mengarungi Liga 2.

Kehadiran pemain anyar tersebut tentu saja membuat stok pemain PSS Sleman memang menjadi melimpah. Terutama sektor lini tengah. Ya, sebelumnya PSS Sleman masih memiliki sejumlah nama pemain tengah yang cukup mumpuni seperti Dave Mustaine, Ichsan Pratama, Amarzukih, Irham Irhaz, Taufiq Febrianto, Rifal Lastori, Rangga Muslim, Slamet Budiono, dan Irkham Zahrul Mila.

Semakin sesaknya lini tengah PSS Sleman, diakui Seto justru lebih mudah dalam menentukan starting eleven-nya. ”Saya tinggal lempar mata dadu saja nama siapa yang keluar,” kata Seto dengan nada bercanda.

Melimpahnya para pemain, justru menjadi berkah bagi PSS. Seto, kini tak dipusingkan lagi dengan cedera yang menghantam saat memasuki masa-masa genting. PSS Sleman sendiri pernah merasakan bagaimana susahnya menentukan pemain dengan stok yang cukup menepis, ketika diterpa badai cedera seperti di awal-awal putaran kedua.

Kehadiran Arga dan Busari pun akan menjadi menarik. Dua pemain tersebut akan berebut tempat dengan Ichsan dan Dave yang selama ini menjadi motor serangan Super Elja. Sedangkan di lini depan, kehadiran Rossy dan Qischill dipercaya akan menjadi pelapis bagi striker Christian Gonzales.

Meski begitu, Seto enggan menyebut adanya pemain pelapis dalam skuadnya saat ini. Menurutnya, setiap pemain akan memiliki peran yang cukup penting selama mengarungi babak delapan besar. ”Kami tetap akan pilih yang paling siap untuk diturunkan sebelum pertandingan,” kata eks pelatih PSIM Jogja itu.

Sementara itu di lini bekalang, kehadiran Ciptady dan Ghufron pun bisa menutup celah yang kerap ditinggal Jodi Kustiawan akibat cedera. Kehadiran kedua pemain tersebut meringankan kerja dari Arie Sandy, yang sering dimainkan sebagai bek tengah. Sementara kehadiran Aditya, menjadi pilihan pas sepeninggal Yericho.

Makin Banyak Skema

Selama mengarungi Liga 2 Indonesia, PSS Sleman kerap bermain dengan berbagai skema.  Melihat stok lini tengah yang dimiliki, skema 4-1-4-1 menjadi skema yang cukup rasional digunakan Seto. Selain 4-1-4-1 skema andalan saat membesut PSIM Jogja, 4-2-3-1 pun sangat mungkin kembali diandalkan dalam melakoni babak delapan besar nanti. ”Ada banyak pilihan, kami juga bisa bermain dengan 3-4-3,” katanya.

Untuk strker, nama Gonzales sudah pasti tidak akan tergeserkan saat dalam kondisi fit. Sedangkan di lini tengah, Ichsan Pratama menjadi pemain tetap menjadi andalan. Peran Ichsan sebagai dirijen pengatus irama permainan memang tak tergantikan. Termasuk ketika sang playmaker Dave Mustaine mengalami cedera.

Sedangkan gelandang serang yang kerap beroperasi di lini flank, masih akan dipercayakan pada Rangga Muslim dan Rifal Lastori. Posisi winger, PSS masih punya Budiono dan juga Rossy.

Seto menjelaskan pemain yang akan diturunkan sejak awal, akan disesuaikan dengan kebutuhan tim dan melihat kondisi lawan yang dihadapi. Bahkan, Seto menyatakan bukan tidak mungkin memainkan Dave dan Arga secara bersamaan.  ”Semua memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya. (bhn/din/er/mo2)