BANTUL– Badan  Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ kembali menggelar bedah buku ke 45. Program tahunan tersebut berlokasi di Balaidesa Segarayasa, Senin (22/10). Bedah buku bertajuk roadshow minat baca pembudayaan kegemaran membaca dipilih untuk mengoptimalkan perpustakaan desa yang sudah terbentuk dan sepi pengunjung.

Kepala BPAD DIJ Monica Nurlastiyani menghimbau agar masyarakat menumbuhkan minat baca dan menggunakan fasilitas perpustakaan desa sebagai penimba ilmu. ”Membaca itu wajib hukumnya. Membaca tidak rugi malah untung. Kita dapat mendapat pengetahuan. Yang semula tidak tahu menjadi tahu,” tutur Monica.

Disebutkan, jumlah desa yang sudah mempunyai perpustakaan sebanyak 438 desa se DIJ. Untuk tahun sebelumnya DIJ meraih juara II minat baca tingkat nasional. Sementara juara I diraih oleh DKI Jakarta dan Juara III diraih oleh Kalimantan Timur. Apa bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia menduduki level rendah. Yakni masih tahap menumbuhkan minat baca. ”Negara tetangga levelnya sudah tahapan menulis. Indonesia gemar membaca pun belum,” tuturnya.

Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana mengatakan DPRD DIJ bakal menyiapkan pranata bahan bacaan. ”Kami menyiapkan perpustakaannya, menyetujui menganggarkan dalam APBD untuk program pengadaan buku paket perpustakaan yang ada di kelurahan-kelurahan yang ada di DIJ. Tetapi ini bukan program awal. Namun saat ini belum mencukupi semua perpustakaan yang ada di DIJ,” ungkapnya.

Pada 2019 Yoeke berharap sudah ada perpustakaan desa secara merata. Selain itu akan melaukan sosialisasi-sosialisasi sebagai bentuk mengajak kepada masyarakat. ”Kami akan mendorong masyarakat untuk memberikan penawaran paket buku-buku berdasarkan kebutuhan atau bidang profesi masing-masing. Termasuk aplikasi I Jogja yang fleksibel bisa di download di android,” ungkapnya. (cr6/pra/zl/mo2)