• Dalam Porda DIJ XV-2019 Mendatang

JOGJA-KONI Kota Jogja masih mempertanyakan jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ XV 2019 mendatang. Sebab, sejauh ini terjadi kesimpangsiuaran mengenai jumlah cabor yang dipertandingkan.

Ketua Umum KONI Kota Jogja Tri Joko Susanto mengungkapkan susai dengan Surat Keputusan KONI DIJ Nomor 12/2018 cabor olahraga yang dipertandingkan sebanyak 41 cabor. Namun, saat digelar rapat dengan pengurus KONI masing-masing kabupaten dan Kota Jogja jumlahnya bertambah menjadi 51. ”Ini kan aneh, ada kesan pemaksaan. Kami dari Kota Jogja tetap berpegang pada panduan dan SK yang dikeluarkan KONI DIJ,” jelas Tri Joko.

Dia menduga ada pihak-pihak yang ingin memaksakan agar cabor-cabor yang sebelumnya tidak masuk dalam SK, tetap dipertandingkan. Padahal, hal tersebut tidak sesuai dengan ketetapan. Apalagi, sejauh ini, KONI Kota Jogja telah menetapkan anggaran sesuai dengan cabor yang dipertandingkan. ”Lah kalau cabor bertambah, anggaran kami akan membengkak dan itu bisa menyalahi aturan,” kata Joko.

Selama ini, KONI Kota Jogja tetap berpegang pada SK yang telah dikeluarkan KONI DIJ. Yakni dalam pasal yang ditetapkan, jumlah cabor yang dipertandingkan disesuaikan dengan cabor yang ada pada PON Papua 2020 mendatang.

Joko menjelaskan pihaknya telah mempertanyakan hal tersebut kepada KONI DIJ pada 15 Oktober lalu. Disampaikan secara prinsip, KONI DIJ tetap berpegang pada SK yang telah ditetapkan dimana cabor yang dipertandingkan tetap 41.

Ketua Umum KONI DIJ Prof Djoko Pekik Irianto dalam audiensi bersama Komisi D DPRD DIJ menjelaskan perihal polemik yang terjadi tentang jumlah cabor yang digelar dalam event dua tahunan tersebut. Djoko tetap berpegang pada pedoman Porda DIJ, bahwa cabor yang dipertandingkan 41. “Itu sesuai kesepakatan KONI daerah,” katanya. (bhn/din/er/mo2)