JOGJA – Setelah Pasar Beringharjo, yang jam bukanya diperpanjang hingga malam hari, tahun depan giliran Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy). Berbagai persiapan dan promosi sudah digencarkan. Termasuk saat Grebeg Pasar Tradisional Kota Jogja sabtu lalu (20/10).

Saat Grebeg Pasar Tradisional Kota Jogja, para pedagang di Pasthy menampilkan ciri khas flora dan fauna yang mereka perdagangkan. Kepala UPT Pasthy Bakoh Tupon Langkir Hadi mengatakan para pedagang pasar sangat antusias mengikuti Grebeg Pasar Tradisional yang bagian dari perayaan HUT ke-262 Kota Jogja. “Untuk lebih mengenalkan Pasthy yang berada di Jogja wilayah selatan,” kata Bakoh Senin (22/10).

Terlebih, lanjut Bakoh, pada 2019 nanti Pasthy juga sudah disiapkan untuk buka hingga malam hari. Selama ini jam operasionalnya baru pagi sampai sore. “Rencananya pada pertengahan 2019, dibuka zona kuliner food court yang buka hingga malam hari,” jelasnya.

Sementara hanya di Pasthy sisi barat atau di zona tanaman hias, yang disiapkan untuk buka hingga malam hari. Untuk itu sebanyak 25 bekas kios tanaman hias yang mangkrak sudah dilakukan perbaikan. Pada tahun anggaran 2018/2019 nanti akan disiapkan antara lain meja dan kursi taman. “Juga gazebo yang dilengkapi dengan lampu taman, panggung hiburan, lighting hingga sound system dan lainnya,” terangnya.

Menurut Bakoh sesuai dengan keinginan Pemkot Jogja, untuk perpanjangan jam buka hingga malam hari di Pasthy, untuk menghidupkan wilayah Jogja selatan. Selama ini pembangunan dan keramaian di wilayah Kota Jogja masih terfokus di wilayah Jogja bagian utara. “Dengan Pasthy buka hingga malam hari harapanya bisa menghidupkan Jogja wilayah selatan,” katanya.

Diakuinya saat ini Pasthy sudah menjadi salah satu tujuan keluarga Jogja untuk menghabiskan waktu. Tidak hanya untuk membeli satwa atau tanaman hias saja, tapi juga berwisata bersama keluarga. Bakoh mengaku saat ini pengunjung ke pasar yang merupakan hasil relokasi dari Pasar Ngasem tersebut juga berasal dari berbagai latar. (*/pra/er/mo2)