BANTUL – Membentuk siswa yang memiliki kesadaran berdemokrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul gelar Pemilihan Organisasi Siswa Intra Sekolah OSIS (Pemilos) di SMPN 3 Banguntapan. Digelar layaknya pemilihan umum, Senin (22/10).

Panitia Pemilos dan pemilih semuanya adalah siswa setempat. Pemilos ditujukan bagi pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara mengatakan, kegiatan tersebut diinisiasi KPU berkolaborasi dengan Pemkab Bantul. ”Pemilos sudah dilaksanakan sejak 2011 untuk SMA. Sedang SMP dimulai 2017,” kata Johan.

Sebelumnya, KPU mengundang perwakilan kepala sekolah dan siswa ke KPU. Mereka diberi pembekalan berupa Training Of Trainer (TOT) praktik pelatihan pemilu.

Diharapkan pelajar menjadi generasi penerus demokrasi. ”Bagaimana berkompetisi dengan sehat. Boleh berbeda pendapat, namun tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan jujur,” ungkapnya.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan Pemilos merupakan bagian pendidikan politik sejak dini. Pada usia SMP memang belum memiliki hak pilih.

Namun dapat melatih siswa untuk menyiapkan diri jika mereka nanti memiliki hak pilih. Menjadi pembelajaran menerapkan sistem demokrasi di sekolah.

”Harus bisa adil, jangan mudah terpengaruh politik kotor. Demokrasi melatih jujur dan adil,” ungkapnya.

Pemilos di SMPN 3 Banguntapan diikuti 643 siswa. Mereka melakukan pemilihan tiga kandidat Ketua OSIS dengan mencobloc di bilik pemilihan. (cr6/iwa/zl/mo2)