• Tercatat 1.632 Jiwa di Kota Magelang

MAGELANG-Dalam pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, terdapat warga  yang masuk Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) 2019. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemkot Magelang mencatat ada sebanyak 1.623 jiwa.

Jumlah DP4 ini dihitung setelah pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Juni  lalu hingga hari pemungutan suara Pemilu 17 April 2019 mendatang. ”Data potensial ini sudah kami kirim ke KPU Kota Magelang,” kata Kepala Disdukcapil Pemkot Magelang Hartoko Senin (22/10).

Hartoko menjelaskan, khusus terhadap warga yang mendekati usia 17 tahun, sudah dilakukan perekaman data KTP elektronik (e-KTP). Perekaman ini bahkan dilakukan menggunakan sistem jemput bola. Warga yang belum perekaman diberikan undangan melakukan perekaman data di kelurahan masing-masing.

”Kami juga menyasar pelajar yang sudah berusia 16 tahun, dengan alasan saat Pemilu 17 April 2019 telah berusia 17 tahun,’’ jelasnya didampingi Sekretaris Disdukcapil, Bambang Suprawata. Caranya, dengan datangi sekolah-sekolah itu untuk merekam data. Nanti e-KTPnya bisa diambil ketika yang bersangkutan sudah usia 17 tahun.

Dia pun mengingatkan kembali agar warga yang mendapat undangan untuk segera melakukan perekaman. Sebab, jika tidak merekam, identitasnya akan dibekukan. Disdukcapil mencatat 652 wajib KTP tapi belum melakukan perekaman data. Tapi selama beberapa bulan terakhir, sudah melakukan verifikasi lapangan, melibatkan ketua RT dan RW. “Ternyata banyak juga yang pindah domisili tapi tidak mencabut datanya di sini,” ungkapnya.

Adanya kasus seperti itu, memaksa pihaknya melakukan olah data dan pembaharuan secara terus menerus. Saat ini, jumlah wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman hanya tinggal 200-an orang saja.

Yang sudah melakukan perekaman karena kita datangi ada sekitar 200-an orang. Sedangkan yang pindah, meninggal, tetapi tidak dilaporkan juga sekitar 200-an sudah dicoret. “Kemudian, kekurangan yang belum merekam data, ada sekitar 200 juga,” jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya intens berkoordinasi dengan KPU Kota Magelang untuk mendata DP4. Terlebih data pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) yang berada di KPU Kota Magelang masih dilaukan perbaikan selama beberapa tahapan ke depan.

Sekarang pihaknya juga terlibat gerakan melindungi hak pilih (GMHP). Ketika ada rekaman data atau warga datang ke Disdukcapil, akan disosialisasikan apakah nama warga tersebut sudah terdata dalam sistem online DPTHP. “Jika belum, akan kami catat dan menginformasikan KPU,” tandasnya.(dem/din/by/mo2)