Pelatihan ATI Produk Perikanan Sasar Ibu Rumah Tangga

Komisi B DPRD DIY memberikan apresiasi terhadap kegiatan alih teknologi informasi (ATI) produk perikanan yang diadakan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Kegiatan yang menyasar ibu-ibu rumah tangga dinilai tepat untuk sosialisasi sekaligus membudayakan masyarakat mengonsumsi ikan.

“Gerakan memasyarakatkan makan ikan atau Gemari harus terus dipraktikkan,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro saat berbicara di depan belasan ibu-ibu di Lapangan Seni RW 09 Gambiran, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (22/10).

Kepada ibu-ibu dari Kampung Kalangan dan Kampung Gambiran, Dwi berpesan mereka harus serius mengikuti kegiatan ATI produk perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY tersebut.

BERI SEMANGAT MAJU: Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro ikut memberikan materi kegiatan ATI produk perikanan di Lapangan Seni RW 09 Gambiran.
(KUSNO S UTOMO/RADAR JOGJA)

Dwi yakin dengan pelatihan itu, ibu-ibu rumah tangga mendapatkan banyak ilmu cara mengolah ikan. Ilmu tersebut dapat dikembangkan  dengan membentuk unit-unit usaha pengolahan ikan.

“Dengan usaha di bidang pengolahan perikanan bisa menambah dan meningkatkan pendapatan keluarga. Pendapatan bertambah, maka keluarga menjadi lebih sejahtera,” harap wakil rakyat asal Gedongan, Kotagede ini.

Diingatkan, kegiatan ATI produk perikanan memberikan informasi terkait banyak hal mengenai ikan. Khususnya manfaat makan ikan, cara penanganan dan pengolahan ikan yang baik.

Dwi menambahkan, kegiatan ATI produk perikanan itu merupakan inisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Program dan kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari dewan. Khususnya dari Komisi B sebagai mitra kerja Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

“Kegiatan yang diusulkan dinas jika tidak mendapatkan persetujuan dewan tidak mungkin terlaksana. Sebaliknya, kegiatan yang disetujui dewan, kalau dinas tidak jalan juga bisa direalisasikan. Hubungan dinas dengan komisi adalah mitra kerja. Kami saling sinergi,” terangnya. Dalam acara itu, peserta mendapatkan materi tentang ajakan makan ikan, demonstrasi dan praktik mengolah ikan. Misalnya mengolah ikan menjadi aneka masakan dan camilan.

Peserta juga mendapatkan materi menggunakan dan memanfaatkan sarana mobil ATI yang punya fungsi dan fasilitas kegiatan ATI. Mulai dari audio hingga berbagai peralatan mengolah ikan.

Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Sunardi penting dan manfaatnya mengonsumi ikan. Banyak mengonsumis ikan tidak punya risiko bagi kesehatan. “Biarpun sehari makan 2 kg tidak ada masalah,” ungkap Sunardi.

Ikan juga halal dimakan meski telah mati atau disebut ikan tiren. Tidak ada larangan dari agama mengonsumsinya. Memakan ikan juga baik bagi kesehatan. Sunardi berharap ibu-ibu yang menjadi peserta kegiatan ATI produk perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY bisa menjadi garda depan mengkampanyekan makan ikan.

Alasannya tingkat konsumsi ikan di DIY cenderung masih rendah. “DIY masih berada di level terendah ketiga dari bawah,” katanya. Karena itu, kegiatan promosi, ATI dan membudayakan makan ikan harus terus dilakukan. (kus/zl/mo2)