JOGJA – Tim voli Yuwana Sarana Olahraga (Yuso) DIJ menargetkan juara Liga Voli Divisi Utama yang akan digelar di Magetan, Jawa Timur pada 28 Oktober hingga 4 November. Kegagalan pada musim lalu akan ditebus oleh Anto Setiawan dkk untuk menjadi yang terbaik di musim ini.

Ya, musim lalu Yuso DIJ harus puas diberada di empat besar. Yuso DIJ harus mengakui keunggulan tim-tim raksasa macam Samator dan TNI AU.

Pelatih Yuso DIJ Marjoko Sigit menjelaskan, peta kekuataan masing-masing peserta di musim ini lebih merata. Dari delapan peserta yang terlibat, praktis dia meligat tidak banyak perubahan komposisi.

“Sudah kami petakan kekuataan dan kelemahan lawan-lawan kami,” kata Sigit saat peluncuruan tim Yuso DIJ, Minggu (21/10).

Sama seperti musim sebelumnya, dengan berbekal empat pemain tim nasional, menurut Sigit, Samator masih menjadi lawan berat. Selain Samator, TNI AU pun menunjukkan kualitasnya dengan menjadi finalis di musim. Dua tim inilah yang wajib diwaspadai dan diprediksi akan menjadi batu sandungan Yuso DIJ di musim ini.

“Mereka tim yang kaya akan pengalaman. Sedangkan kami mengandalkan perpaduan pemain yunior dan senior,” kata mantan pemain timnas voli putra.

Sampai dengan kemarin, skuad Yuso DIJ belum diisi empat pemain andalanya, karena tengah mengikuti training camp bersama salah satu tim voli pro liga. Namun, diyakini empat hari waktu yang tersisa, cukup untuk menyatukan permainan yang baru bergabung. “Sisa empat hari akan kami persiapkan secara intensif,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Yuso DIJ Agung Budi Prasetya menjelaskan target juara tahun ini tidaklah muluk. Sebab secara persiapan tim lebih baik di bandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu persiapan kami compang-camping. Dengan persiapan yang matang sebelum kompetisi 2018, kami berani menargetkan juara” katanya.

Selain memberangkatkan tim Yuso senior untuk kompetisi Divisi Utama 2018, tahun ini tim Yuso remaja putri pun akan terlibat dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Remaja U-17 yang akan digelar di Jakarta pada 20-24 November mendatang.

“Tahun ini tim putri remaja Yuso menjadi juara dalam kujuaraan antar daerah di DIJ,” jelasnya.

Tim besutan Maaruf Nugroho, jelasnya, hanya ditargetkan masuk ke babak delapan besar. Menurutnya, target tersebut lebih realistis karena sebagian besar tim Yuso Putri U-17, diisi oleh pemain-pemain muda yang masih cukup belia.

“Pemain remaja kami rata-rata usia 14 sampai 16 tahun, yang penting mereka cari pengalaman dulu,” katanya. (bhn/ila)