JOGJA – Mendapat tawaran bermain di babak delapan besar tak membuat sejumlah penggawa PSIM Jogja silau. Mereka yang menolak melewatkan kesempatan emas bermain bersama klub yang lolos babak delapan besar. Padahal manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto memberi lampu bagi klub yang lolos ke babak delapan besar untuk menggunakan jasa pemainnya.

Ya, PSIM Jogja merupakan salah satu klub yang pemainnya paling banyak diminati. Sebelumnya, pelatih Madura FC, Salahudin menyatakan ingin meminjam enam pemain Laskar Mataram untuk memperkuat Laskar Jokotole di babak delapan besar.

Namun, sampai dengan bursa transfer ditutup hanya tiga pemain saja yang hengkang. Mereka yakni sang kapten, Hendika Arga yang memperkuat PSS Sleman serta Supriyadi dan Crah Angger yang akan memperkuat Kalteng Putra.

Salah satu bek PSIM Jogja Riskal Susanto yang mendapat ajakan bergabung ke tim yang lolos babak delapan besar menjelaskan, dirinya memilih rehat sejenak selama babak delapan besar begulir. Diungkapkan sebelumnya ada tawaran dari klub lain, untuk bermain di babak delapan besar.

“Ada salah satu klub dari Jawa Timur, tapi tidak saya iya kan. Mau istirahat dulu,” kata Riskal.

Yup, Riskal sendiri dikabarkan diminati oleh tim asal Jawa Timur, Madura FC maupun PS Mojokerto Putra. Riskal mengatakan selama libur kompetisi, dia memilih untuk pulang ke kampung halamannya di Samarinda. Disana, dia akan mengurus secara langsung bisnis clothing yang ditinggalkannya saat memperkuat PSIM Jogja.

“Pilih pulang saja, sambil istirahat ngurus bisnis,” katanya.

Begitu juga dengan kiper PSIM Jogja, Ivan Febrianto. Dirinya memilih menolak tawaran Madura FC dengan alasan ingin istirahat sejenak setelah PSIM menyelesaikan kompetisi. Menurutnya, waktu persiapan singkat dan jadwal yang padat hanya akan berpengaruh pada kesiapannya di musim mendatang.

“Lebih baik rehat ketimbang mendapat cedera atau apa, musim ini tekanan dan persiapan cukup berat. Ada baiknya istirahat dulu,” katanya.

Sementara itu, Erwan mengaku memberikan kebebasan bagi para pemain untuk berlaga di babak delapan besar. Dia berharap kepada para pemainnya, mengambil manfaat dari ketatnya persaingan di babak tersebut.

“Sehingga musim mendatang mental pemain terasah. Tapi sekali lagi itu keputusan mereka,” kata Erwan.

Erwan mengakui bahwa kompetisi Liga 2 musim ini dilalui dengan intens. Apalagi setelah turunnya vonis Laskar Mataram memulai kompetisi dengan minus -9.

“Saya memahami fisik dan psikis mereka terkuras. Memang tututan kami setelah minus sembilan sangat berat kepada anak-anak,” kata Erwan. (bhn/ila)