GUNUNGKIDUL – Acara monitoring dana desa di Desa Dengok, Playen mendadak bubar. Gara-garanya, sembilan perangkat desa keracunan usai menyantap nasi padang kemarin (18/10). Mayoritas mengalami gejala yang hampir sama. Yakni, sesak napas, pusing, dan mual.

Keracunan masal ini terjadi sekitar pukul 12.00. Sekitar satu jam setelah para perangkat menyantap menu makan siang di Balai Desa Dengok. Isi menu makan siang nasi padang itu berupa ikan gembung, lalapan, dan sambal.

”Setelah satu jam terasa lemas, pusing, dan mual,” jelas Pj Kepala Desa Denggok Sugeng saat dirawat di ruang IGD Puskesmas Playen 1.

Sekretaris Desa Denggok Emi Mintarsih juga merasakan gejala serupa.”Setelah makan masakan padang lalu seperti ini,” keluhnya.

Kepala UPT Puskesmas Playen 1 Yolanda Barahama menduga para perangkat desa mengalami keracunan makanan. Itu merujuk gejala yang mereka rasakan. Mulai mual, pusing, muntah-muntah, lemas, hingga demam. Diduga hal itu disebabkan bakteri atau mikroorganisme yang terkandung di dalam makanan tersebut.

”Kemungkinan ada infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang terkandung di dalam makanan itu,” kata Yolanda hal itu masih sebatas dugaan.

Guna memastikannya, kata Yolanda, Dinas Kesehatan Gunungkidul langsung mengambil sampel makanan. Untuk diteliti di Balai Laboratorium Kesehatan Jogjakarta.

”Hasilnya nanti dari Balai Laboratorium Kesehatan Jogjakarta,” ujarnya. (gun/zam)