JOGJA – Suasana panas di media sosial, mewarnai penutupan bursan transfer delapan besar Liga 2 Indonesia. Desas-desus kepindahan kapten PSIM Jogja, Hendika Arga ke PSS Sleman akhirnya terealisasi.

Kepidahan pemain bernomor punggung 8 ke skuad Super Elja (Elang Jawa), memang berstatus pinjaman. Namun, sebagain pendukung mengungkapkan kekecewaan di akun media sosial.

Sebagaian pendukung mencap, Arga telah berkhianat. Namun, ada pula yang menganggap kepindahan Hendika merupakan hal yang wajar agar sang pemain mendapat jam terbang dan menimba pengalaman.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto memiliki pandangan tersendiri soal kepindahan pemainnya ke klub rival. Erwan mengatakan, peminjaman sebagai bentuk solidaritas dalam mendukung kiprah sesama klub asal DIJ.

Erwan ingin Arga merasakan atmosfer persaingan yang lebih ketat pada level laga yang cukup tinggi di babak delapan besar. Termasuk persaingan dalam dalam internal tim.  ”Secara kualitas individu, teknik, taktik, dan mental, bisa meningkat dengan bermain di level tersebut,” kata Erwan Jumat (19/10).

Dia pun mendoakan  kepada pemaiannya tersebut agar cepat beradaptasi. Dia berharap kehadiran pemain sang kapten bisa memberi kontribusi positif bagi PSS Sleman.

”Semoga kehadirannya bisa membantu PSS Sleman untuk mencapai target lolos ke Liga 1,” imbuh Erwan.

Pada musim ini, Laskar Mataram berhasil meraih target bertahan di Liga 2 Indonesia. Raihan poin 40 seharusnya bisa membawa PSIM Jogja ke babak delapan besar. Namun sayang, mengawali kompetisi dengan minus sembilan membuat PSIM Jogja harus menerima finish di peringkat enam Liga 2 Indonesia.

Selain Hendika Arga, dua pilar lainnya dipastikan bermain di babak delapan besar. Mereka yakni Fandy Edy dan Crah Eka Angger, merapat ke Kalteng Putra.  ”Fandy dan Angger pun statusnya pinjaman,” kata Erwan.

Erwan memastikan setelah berakhirnya babak 8 besar, ketiganya akan kembali. Untuk Arga dan Fandy masih masuk dalam proyeksi pemain yang dipertahankan di musim depan.

Selain ketiga pemain, sebenarnya sejumlah pemain PSIM Jogja pun mendapatkan tawaran untuk bermain di babak delapan besar. Mereka yang kabarnya mendapatkan tawaran yakni Ivan Febrianto, Supriyadi, Ismail Haris, Hendri Satriadi hingga Riskal Susanto.

Ivan menyebut lebih memilih istirahat setelah PSIM tidak lagi bermain di Liga 2. Menurutnya, masa istirahat sangat penting untuk memulihkan fisik dan psikis dalam menyambut Liga 2. ”Saya pilih berlibur dan rehat saja,” jelas pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang. (bhn/ila)